Between Words | Devs

Kumpulan Quotes dari Novel Pride and Prejudice Karya Jane Austen

Kumpulan Quotes dari Novel Pride and Prejudice Karya Jane Austen


Novel Pride and Prejudice karya Jane Austen merupakan salah satu roman terpopuler sepanjang masa, lho! Gak heran ya, banyak orang penasaran dengan isi novel ini dan banyak juga yang suka dengan roman ini. Meskipun usia cerita ini sudah sangat tua, tapi ada poin-poin yang masih relevan dengan kehidupan masa kini dan cerita ini pun masih banyak digemari. Kalo kata Kerispatih, tak lekang oleh waktu~ 

Nah, kali ini aku akan menuliskan beberapa quotes dari novel Pride and Prejudice. 

• “Oh, kau memang punya kecenderungan untuk terlalu cepat menyukai seseorang. Kau tidak pernah melihat kekurangan pada diri siapa pun. Semua hal di dunia ini bagus dan menyenangkan di matamu. Aku tidak pernah mendengarmu mengeluhkan seoraang manusia pun di dalam hidupmu.” —hal 25, Pride and Prejudice 

• “Aku tidak ingin terlalu terburu-buru menilai seseorang, tapi aku selalu mengatakan apa yang ada dalam pikiranku.” —hal 25, Pride and Prejudice 

• “Kebahagiaan dalam pernikahan hanyalah masalah nasib. Kalaupun kedua belah pihak sudah saling mengetahui sifat masing-masing atau bahkan memiliki sifat yang sama sebelumnya, itu tidak menjamin mereka akan berbahagia selamanya. Perbedaan akan selalu tumbuh di antara mereka setelah mereka menikah, sehingga akan lebih baik jika kita lebih sedikit mengetahui tentang calon pasangan hidup kita.” —hal 37, Pride and Prejudice 

• “Tapi, setiap dorongan perasaan seharusnya didukung oleh akal sehat, dan menurut pendapatku, usaha kita seharusnya sepadan dengan hal yang ingin kita capai.” —hal 51-52, Pride and Prejudice

• “...sifat yang rumitlah yang paling menarik. Membacanya lebih menantang.” —hal 67, Pride and Prejudice

• “Menyerah tanpa keyakinan juga bukan sesuatu yang dapat dimengerti.” —hal 78, Pride and Prejudice

• “Dengan ini, aku menyatakan bahwa tidak ada hiburan yang lebih mengasyikkan daripada membaca! Buku tidak akan mungkin menimbulkan kebosanan! Jika aku punya rumah sendiri, aku akan merana jika perpustakaanku buruk.” —hal 85-86, Pride and Prejudice

• “Aku berharap diriku tidak pernah menertawakan orang-orang yang baik dan bijaksana.” —hal 89, Pride and Prejudice 

• “Aku yakin, ada kecenderungan untuk keburukan tertentu—kelemahan alami—dalam diri semua orang, yang bahkan tidak bisa ditanggulangi oleh pendidikan terbaik sekalipun.”—hal 90, Pride and Prejudice

• “Tentang apakah dia orang yang menyenangkan ataupun sebaliknya. Bukan aku yang berhak menentukan hal itu. Aku telah terlalu lama dan terlalu baik mengenalnya untuk memberikan penilaian akan pribadinya.”—hal 122, Pride and Prejudice

• “Tapi, ungkapan ‘cinta setengah mati’ itu sangat berlebihan, meragukan, bermakna kabur,, sehingga aku tidak tahu harus berpikir bagaimana. Perasaan seperti itu biasanya muncul dari perkenalan selama setengah jam, bukan karena rasa cinta yang nyata dan kuat.” —hal 217-218, Pride and Prejudice

• “Sebagian sifat dan gagasan kami ternyata sama. Sepertinya kami memang tercipta untuk satu sama lain.”—hal 329, Pride and Prejudice

• "Bukannya aku takut pada diriku sendiri, tapi aku mengkhawatirkan penilaian orang-orang.”—hal 498, Pride and Prejudice

• “Saya hanya bertekad untuk mengambil tindakan yang, menurut pendapat saya, akan berujung pada kebahagiaan saya, tanpa harus mendengarkan pendapat Anda atau siapa pun yang tidak memiliki hubungan dengan saya.”—hal 539, Pride and Prejudice

Itulah beberapa quotes dari novel Pride and Prejudice karya Jane Austen, adakah yang sesuai dengan dirimu?




 

Lazuardi: Lebih Baik Selesai

Lazuardi 
Birumu akan selalu kurindu
Atap paling teduh 
Menaungi segala sendu
Meski tujuan gagal ditempuh 

Lazuardi
Tempatmu tak terjangkau olehku
Mungkin terlalu jauh
Aku tak pernah tahu 
Harap tak putus kurengkuh 

Lazuardi 
Perihal aku dan kamu 
Perihal cerita yang tak utuh
Semoga abadi dalam memorimu 
Kecuali kamu merelakannya luruh

Lazuardi 
Jangan bermain dengan waktu
Sadari kisah ini hanya separuh
Berhenti bertahan di atas semu
Semua sudah telanjur keruh

Lazuardi
Lebih baik selesai dan biarkan banyak hal terpaksa dijadikan sesal. 


Tulisan Tentang Kebahagiaan

Tulisan Tentang Kebahagiaan

#30DaysWritingChallenge

DAY 9: Write about happiness  


Setelah bolos satu hari, hari ini kembali semangat menulis, kebetulan temanya benar-benar ‘sesuatu’ yang aku butuhkan saat ini. 

Pernah kukatakan, menulis tentang kebahagiaan itu sulit. Sulit sekali. Terlalu banyak hal yang muncul di kepala. Banyak sekali hal-hal kecil yang membuat kita bahagia, salah satunya adalah melihat orang lain bahagia.

Aku bahagia melihat anak kecil bermain dengan teman-temannya, aku bahagia melihat balita yang tak pernah putus asa ketika belajar melangkahkan kakinya, aku bahagia melihat orang lain tersenyum ketika ia menatap layar ponselnya, aku bahagia ketika mendengar orang lain bahagia. Dan masih banyak lagi bahagia-bahagia yang lainnya, yang tak mungkin kutuliskan semua. 

Jadi, apa kamu masih sering berpikir bahwa kebahagiaan sulit didapatkan? 

Sesungguhnya kebahagiaan itu dekat. Bahkan, kukira rasa bahagia adalah sesuatu yang menyatu dalam jiwa. 

Jika ada tanya tentang bagaimana cara untuk bahagia, akan kujawab bahwa dirimu sendiri adalah kuncinya. Bahagia bukan perkara senang dan hura-hura, bahagia adalah ketika kita mampu menerima segala yang ada. 

Siapa yang membuat kita bahagia? 

Kamu tahu jawabnya. Sebab, bahagia adalah perkara sesuatu yang dirimu cipta, bukan orang lain yang memberikannya. Jika orang lain memberimu banyak bahagia, sedang kamu tak mau menerimanya, apakah kamu akan bahagia? Kurasa, tidak. 

Bahagia juga bukan tentang sesuatu yang besar wujudnya, tapi seberapa mampu kita menyadarinya. 

Terkadang, aku merasa bahwa aku tak pernah benar-benar bahagia, tapi ternyata aku salah. Sebetulnya, aku yang jarang menyadari bahwa bahagia selalu ada.

Aku bahagia dengan hal-hal kecil, aku bahagia ketika orang bahagia karenaku. 

Banyak sekali alasan untuk bahagia, bukan?

Lalu, mengapa kita masih lebih sering mengagung-agungkan kesedihan? 

Barangkali, kita sebagai manusia hanya mengingat sesuatu yang singkat, dan kesedihan adalah singkat, sedang bahagia adalah sesuatu yang sebenarnya selalu ada. Lebih mudah mengingat-ingat yang singkat, dibandingkan dengan yang selalu bersama berdampingan. 

Bahagia adalah sesuatu yang tak bisa dengan mudah dijelaskan, tapi kita tahu dengan pasti ketika hal itu kita rasakan. 

Menulis tentang kebahagiaan, mungkin cukup sekian. 

Aku hanya ingin mengatakan bahwa kamu harus merasakan. Rasakan kebahagiaan dengan pelan, dan kamu tak butuh alasan untuk menentang apa yang hatimu coba sampaikan. 

Kebahagiaan. 


Kekuatan musik yang barangkali tak kita sadari. 

#30DaysWritingChallenge

DAY 8: The Power of Music

Kekuatan musik

Seberapa berpengaruhnya musik bagi hidup kamu? Mungkin bagi sebagian orang, musik adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan dalam hampir setiap kegiatan yang ia lakukan. Makan dengerin musik, mau tidur dengerin musik, belajar dengerin musik, kerja sambil denger musik juga, masak juga gak ketinggalan musik dibawa-bawa. Music for life, pokoknya!

Pernah gak sih kamu lewat ke suatu tempat dan gak sengaja  mendengar musik, lalu tiba-tiba kamu menghentikan langkah hanya untuk mendengarkan musik tersebut lebih lama lagi? Mungkin saja itu adalah musik kesukaanmu atau barangkali itu justru adalah lagu yang baru pertama kali kamu dengar dan kamu merasa tertarik untuk mendengarnya lebih lama lagi?

Nah, dari situ sudah terlihat bahwa musik memiliki kekuatan yang cukup besar bagi kehidupan. Senang dengerin musik, sedih, dengerin musik, marah dengerin musik, dari semua perasaa-perasaan itu pelarian manusia pasti kepada musik. 

Aku juga merupakan salah satu manusia yang percaya dengan kekuatan musik. Memang, aku bukan seorang penikmat musik garis keras yang kapan pun, di mana pun, dan dengan siapa pun pasti mendengarkan musik. Aku hanya mendengarkan musik saat aku benar-benar ingin, jadi jangan kaget kalo aku gak tahu judul dari lagu yang baru saja rilis. Aku gak se-update itu tentang musik. 

Biasanya aku mendengarkan lagu-lagu dari Isyana Sarasvati, Nadin Amizah, Yovie and Nuno, dan beberapa lagu lawas yang sampai hari masih sering terngiang di kepala. Aku mendengarkan lagu-lagu mereka karena aku dapat menjadi diriku sepenuhnya ketika mendengarkan lirik demi lirik yang kurasa ‘aku banget’ dilantunkan dengan indah oleh mereka. 

Ketika mendengarkan lagu-lagu mereka aku merasa segala perasaan yang mengganjal dalam hatiku lebur begitu saja. Tak jarang aku sampai menangis dibuatnya, tapi setelah itu aku kembali menemukan kekuatan baru untuk menghadapi dunia. Dengan mendengarkan musik kita dapat menumpahkan segala perasaan yang kita rasa, membuat kita seolah tak memiliki beban dalam kehidupan. Musik dapat membuat suasana hati kita menjadi lebih baik. Kalo aku handphone, mungkin musik adalah salah satu chargeran yang menjadi alat untuk menghubungkan diriku yang mulai lemah dengan energi baru. 

Menurutku, musik memiliki kekuatan tersendiri yang mampu menyapa secara personal ke setiap jiwa manusia, sehingga saat mendengarkan musik, kita merasa memiliki teman dan merasa dimengerti. Jujur, aku tidak bisa bermain alat musik, tapi aku merasa begitu dekat dengannya. 

The power of music is real. 


Rectoverso

#30DaysWritingChallenge

DAY 7: Favorite Movie

Film Rectoverso

Sulit sekali rasanya memilih film favoritku, karena pada dasarnya kebanyakan film-film yang aku tonton adalah kesukaanku. Entah kenapa aku menjadi seorang pemilih akut, termasuk ketika hendak menonton film, sehingga setiap film yang kutonton, pasti pada akhirnya akan kusuka hehe. Hal itu karena sebelum menonton aku selalu mempertimbangkannya terlebih dahulu, hehe.

Namun, untuk kali ini hanya akan ada satu film yang akan kubahas. Judul film tersebut adalah Rectoverso, sebuah film yang diangkat dari cerpen dengan judul serupa karya Dee Lestari. Film ini sama seperti cerpennya, terpisah-pisah, namun tetap terasa utuh.

Di bawah ini akan aku tuliskan sinopsis film Rectoverso yang dikutip dari blognya Ibu Suri:

Malaikat Juga Tahu, bercerita tentang perjuangan Bunda membesarkan anaknya yang autis, Abang. Konflik muncul ketika Abang dan adiknya Hans jatuh cinta kepada perempuan yang sama, yakni Leia.

Cecak di Dinding, berkisah tentang hubungan sesaat antara Saras dan Taja. Meski singkat, hubungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Taja. Namun, hatinya mesti patah dua kali ketika mengetahui Saras akhirnya menikah dengan sahabatnya, Irwan.

Firasat, bercerita tentang Senja yang tinggal berdua dengan ibunya. Senja kerap mengeluh tentang firasat-firasat dan mimpi buruknya. Untuk mengatasi isu indra keenamnya, Senja bergabung dengan Klub Firasat yang dipimpin oleh Panca. Senja begitu resah karena firasat buruknya kali ini menyangkut Panca yang dicintainya.

Curhat Buat Sahabat, berpusat kepada hubungan platonik antara dua sahabat, Amanda dan Reggie. Amanda, yang gonta-ganti pacar dan berakhir dengan orang yang menyakitinya, tak pernah sadar bahwa Reggie adalah orang yang paling tulus mencintainya.

Hanya Isyarat, berkisah tentang Al yang bersua dengan para backpacker, yakni Tano, Bayu, Dali, dan Raga. Al jatuh cinta kepada Raga. Satu malam, mereka berlomba bercerita kisah paling sedih. Al akhirnya tahu cintanya memang tidak akan pernah kesampaian.

 

Ini adalah salah satu film yang menurutku kaya akan makna. Setiap karya yang hadir dari Ibu Suri memang selalu memiliki ’sesuatu’. Film ini banyak mengajarkan tentang hal-hal penting dalam kehidupan yang seringkali kita lewatkan.

Saat menonton film ini, kita diajarkan tentang sebuah ketulusan, tentang kesabaran, tentang harapan, tentang keikhlasan, dan banyak hal lainnya tentang kehidupan. 

Aku sangat menyukai film ini. Pokoknya, film ini sangat kurekomendasikan.❤

Sinematografinya juga keren.❤😭

 

 

Mengenang Masa Kecil Lewat Majalah Bobo


Beberapa minggu belakangan ini, aku sering banget melihat postingan para bookstagrammer yang membahas tentang buku-buku kesukaan mereka di masa kecil. Dari situ, aku mulai mengingat kembali buku-buku apa saja yang pernah aku baca di masa kecil, kemudian muncullah dua buku yang paling membekas di ingatanku. 

Majalah Bobo dan Merak yang Sombong. 

Nah, karena aku lupa menyimpan buku-buku itu di mana dan sesungguhnya memang malas juga mencarinya, kuputuskan untuk beli saja~ karena gak menemukan buku Merak yang Sombong dengan cover yang kukenal, jadi beli Majalah Bobo dulu saja~ 


Tak berselang lama dari tanggal pembelian, majalah-majalah tersebut mendarat dengan cantik di rumah. Ada perasaan hangat yang tiba-tiba menjalar di sekujur tubuhku. Memori masa kecil sepertinya sedang berduyun-duyun menghampiri untuk mengatakan, "kamu telah lama meninggalkan kami. Meninggalkan banyak hal yang kamu sukai." fiuuuh, rasanya seperti tersedot ke dalam lingkaran masa lalu.

Meskipun yang kubeli ini bukan edisi yang begitu lawas dan tahun terbitnya hanya berjarak lima tahun dari hari ini, isinya ternyata masih sama seperti dulu. Aku membuka halaman demi halamannya dengan hati penuh kegembiraan, sama seperti waktu kecil dulu. Mungkin awal dari rasa cintaku terhadap membaca juga salah satunya berasal dari sini.

Dalam majalah anak-anak yang tebalnya tak seberapa ini, banyak sekali hal-hal yang membuat aku seolah kembali mengunjungi diriku di masa lalu. Pertama, aku jadi teringat kembali dengan cerita-cerita Bobo, ingat sekali dulu pernah memilih tokoh-tokoh favoritku, menandainya dan mengatakan kepada sepupuku bahwa aku telah memilihnya dan dia harus mencari tokoh lain. Kedua, aku bertemu lagi dengan Nirmala, salah satu tokoh dalam cerita dongeng di Majalah Bobo yang pernah membuatku terobsesi ingin menjadi sepertinya. Dan yang terakhir, Bona! Yap, gajah kecil berwarna merah muda dengan belalai yang panjang itu berhasil membuatku mengingat betapa bahagia dan cerianya aku setiap kali menyusuri halaman-halaman majalah tersebut.

Aku merasa seperti berjumpa kembali dengan kawan-kawan lama yang hampir kulupa, tapi di antara kami ada ikatan yang akan selalu mengingatkan tentang indahnya kenangan-kenangan tersebut. Jujur, awalnya aku tak mengingat adanya Nirmala dan Bona dalam Majalah Bobo, tapi begitu melihatnya aku langsung mengenalinya tanpa kecuali. Seperti teman masa kecil yang kembali bertemu dalam reuni. 

Mengenang masa kecil lewat Majalah Bobo ternyata menyenangkan, seperti mengembalikan kembali ingatan-ingatan yang sudah terlewatkan, meskipun hanya dalam bentuk kenangan dan gejolak perasaan. Dan ternyata, bukan hanya aku saja yang merasa kembali ke masa lalu ketika melihat majalah bobo, beberapa dari teman-temanku pun mengungkapkan hal yang sama ketika mereka melihat postinganku tentang Majalah Bobo ini. 

Kita semua perlahan tumbuh dan melupakan hal-hal yang amat kita suka, dan ketika mata kita kembali melihatnya, semuanya seolah tampak nyata seperti dahulu dan ada sebuah perasaan yang tak mampu kita jelaskan, yang hadir dari jiwa yang berbeda dalam tubuh yang sama. 
Lazuardi


Lazuardi 
Siang jadi hal yang tak lagi riang
Malam kemudian hadir sebagai penenang
Semua berubah tanpa bisa kucegah

Lazuardi 
Kamu dan aku 
Adalah hijau merah muda dan biru
Adalah langit dan bumi

Lazuardi 
Beda adalah kita 
Kata sama kini tak bermakna 
Banyak ragu membatasi 

Lazuardi
Dapatkah aku berhenti dari kecepatan berlari yang semakin hari membuatku semakin hilang kendali. 

 Untuk yang Tetap Memilih Sendiri

Untuk yang Tetap Memilih Sendiri


#30DaysWritingChallenge

DAY 6: Single and Happy

Zaman sekarang ini sendirian kadang terlihat menyeramkan. Banyak yang memilih berdua karena menurutnya hal itu yang membuatnya bahagia. Tapi, kukira bahagia tak harus selalu tentang bersama dengan yang lainnya, apalagi jika ada rasa terpaksa di dalamnya. 

Sendiri, justru membuat kita lebih mengenal diri. Sendiri tidak berarti rasa sepi lebih sering menghampiri. Jadi, apa memang harus bersama orang lain yang sesungguhnya tak benar-benar kamu cintai hanya demi sebuah kebahagiaan yang belum pasti? 

Kurasa tidak perlu. Itu hanya akan membuang waktu, baik waktunya maupun waktumu. 

Sendirian juga dapat menghadirkan banyak kebahagiaan. Banyak hal yang dapat kamu eksplor sendirian. Sesuatu yang memang tak pelu orang lain untuk ikut andil dalam mewujudkannya. 

Single and happy, kenapa tidak?

Berdua dan bahagia adalah dua hal berbeda. Oleh sebab itu, tidak perlu cemas jika salah satu di antaranya tak kamu punya. Sendirian juga bukan lawan dari kebahagiaan. Tidak ada alasan untuk menyangkal pernyataan bahwa sendirian pun kamu bisa mengecap kebahagiaan. 

Single and happy—suatu pilihan untuk merasa dicintai oleh dirimu sendiri. 

Yang kamu perlu untuk bahagia adalah mencintai dirimu sendiri, bersama orang lain tak berarti kebahagiaan akan menjamin. 

Lebih baik sendiri, daripada berdua tapi untuk bahagia pun sulit dicari. 



 

About parents

#30DaysWritingChallenge

DAY 5: Your Parents 


Love. 

Itulah kata yang terlintas di kepalaku ketika melihat tema hari ini adalah tentang orang tua. Hmmm, aku mau menulis apa, ya? Rasanya, banyak hal menarik yang ingin kubagi dengan dunia perihal betapa berharganya mereka. 

Orang tuaku... aku yakin, pasti nyaris tiada beda dengan orang tua pada umumnya. Orang tua yang juga gemar memarahi dan menceramahi anaknya, hihi. Tapi, aku tahu kok bahwa mereka sebenarnya sangat mencintai dan menyayangiku, walau dari mulutnya jarang terucap kata-kata yang menunjukkannya, tapi tindakannya mencerminkan itu semua. 

Adalah orang-orang hebat. Itulah yang kutahu. 

Di antara banyaknya hal yang ingin kubagi, aku hanya akan menuliskan hal yang membuatku selalu tersenyum ketika memikirkannya. 

Hal itu adalah perkara keributan antara orang tua dan anak. Yap, ribut wkwk. Sepertinya kalo aku ada di rumah, nyaris tidak ada hari yang dilalui tanpa keributan-keributan yang sebetulnya tidak berguna wkwk. Lho, kok nyeritain ribut? Emang ribut seru? 

Gimana, ya...

SERU wkwk, walaupun ujungnya pasti akan diem-dieman. 

Karena dengan ributlah kedekatan kami jadi semakin erat. Hal paling menarik bagiku tentang keributan ini adalah saat bagian meminta maaf. Biasanya ketika salah satu dari kami yang memang salah dan kemudian merasa bersalah, akan meminta maaf dengan cara tiba-tiba jadi baik. Aku yakin, di luar sana juga banyak yang seperti ini. 

Menurutku hal ini sangat, sangat, sangat menarik. Tanpa mengucapkan maaf, kita pasti akan langsung yakin bahwa kita telah dimaafkan (percaya diri banget wkwk). Makanya, sok-sok jadi baik. Setelah itu, semua kembali seperti semula seolah tidak terjadi apa-apa. Uniknya, adegan marah-marahan dan diem-dieman ini gak pernah berlangsung lebih dari setengah jam, wkwk. Bahkan nih ya, kayaknya kami pernah langsung baikan di menit yang sama dengan adegan diem-dieman itu, kemudian kembali seperti biasa. 

Hal kecil yang bagiku sangat menarik dan membuatku ingin tertawa. 

Hubungan orang tua dan anak memang hubungan paling unik di dunia, karena di dalamnya penuh ketulusan dan rasa cinta. 

Selain hal unik tersebut, aku juga ingin menyampaikan bahwa aku sangat bersyukur karena aku ada karena mereka. Orang-orang hebat dan luar biasa yang selalu kucinta. 

Terima kasih telah memberikan banyak hal yang sangat berharga, aku tahu luasnya semesta tak akan mampu mengukurnya. 


Film Pendek di Disney+ Hotstar yang Wajib Kamu Tonton


Disney+ Hotstar baru-baru ini sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun dunia nyata, terutama di antara para pecinta film. Sepertinya banyak yang beramai-ramai berlangganan, apalagi di masa pandemi seperti ini, hiburan menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kewarasaan. 

Nah, kalo sudah berlangganan, sayang ‘kan kalo kita gak nonton? 

Kamu sudah punya daftar tontonan belum? Sudah sempat menontonnya? 

Barangkali, kamu sudah memiliki daftar tontonan yang sangat panjaaang melebihi gerbong kereta, tapi sayangnya belum menemukan waktu yang pas untuk menontonnya. Tak bisa dipungkiri ya, walaupun di rumah saja, pekerjaan tetap mengalir tanpa jeda. Oleh karena itu, kali ini aku akan merekomendasikan film-film pendek di aplikasi Disney+ Hotstar yang dijamin tak akan menyita banyak waktu. Jadi, kamu bisa tetap menonton film disela-sela kesibukanmu. Apa saja film-film tersebut? Yuk, baca tulisan di bawah ini!


1. Bao

Film ini benar-benar menyentuh. Saat menonton film ini kita diajak untuk merasakan betapa bahagianya seorang ibu ketika ia melihat anaknya untuk pertama kali, ia juga bahagia melihat pertumbuhan si anak dari hari ke hari. Namun, pertumbuhan yang terlalu cepat membuat ibu tersebut harus mengalami berbagai rasa sedih. Sebab, si anak sudah mulai mandiri dan menemukan dunianya sendiri, hingga pada akhirnya si ibu akan kembali sendirian dan merasa sepi. 

Uniknya, film ini tidak langsung menampilkan si anak dalam wujud manusia, melainkan sebuah bakpau yang tiba-tiba hidup, hal itu karena di awal cerita si ibu sudah kesepian dan menderita sindrom sarang kosong. 

Secara tidak langsung, film ini mengajak kepada kita semua untuk lebih perhatian terhadap orang tua, seperti saat orang tua memberikan perhatiannya kepada kita saat kita belum banyak mengenal dunia.


2. La Luna

La Luna menceritakan tentang seorang anak yang sedang ikut bekerja untuk pertama kalinya bersama kakek dan ayahnya. Pekerjaan tersebut mengharuskan mereka berada di lautan dan menunggu waktu yang pas untuk melakukan pekerjaannya. Beberapa saat kemudian muncul bulan besar. Ayahnya kemudian menyiapkan tangga dan sauh yang diikatkan pada tubuh si anak, lalu meminta si anak untuk naik ke bulan. Awalnya si anak ragu, tapi ia tetap menurut. Saat sudah berada di anak tangga terakhir, ia melayang dan terjatuh di permukaan bulan yang dipenuhi bintang. Ia takjub, ternyata sinar rembulan berasal dari cahaya bintang-bintang. Tak lama kemudian, ayah dan kakeknya menyusul. Mereka lalu menyapu bintang-bintang yang beserakan di permukaan bulan. Namun, tiba-tiba ada sebuah bintang yang sangat besar jatuh menimpa bulan, dan ujung bintang tersebut menancap di sana. Sang ayah dan kakek mencoba untuk mencabut dan memindahkan bintang tersebut, sayangnya tidak berhasil. Lalu, anak tersebut menghampiri bintang tersebut dan memukulnya dengan palu, kemudian bintang besar itu pecah menjadi bintang-bintang kecil. Setelah itu, mereka melanjutkan menyapu sampai sinar bintang-bintang itu membentuk bulan sabit.

Menurutku, film ini benar-benar keren. Dari film ini kita akan menemukan banyak sekali pelajaran. Kita dilatih untuk berani, patuh pada orang tua, dan mencoba untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara yang berbeda, serta kita juga harus percaya pada kemampuan diri kita sendiri. 


Itulah dua film pendek yaang wajib kamu tonton di aplikasi Disney+ Hotstar. Kedua film tersebut sama sekali tidak memiliki percakapan, tapi maknanya tersampaikan dengan baik. 

Jangan lupa untuk menonton dua film keren ini, ya!


Neverland dan Moors


#30DaysWritingChallenge

DAY 4 : Places you want to visit. 


Di dunia ini, tempat yang ingin aku kunjungi rasanya sudah tak terhitung oleh jari. Aku ingin pergi ke banyak tempat indah, tanpa terkecuali. Sayangnya, semuanya tak dapat begitu saja terjadi. Ada harga yang harus dibayar untuk setiap pijakan kaki. Karena hal tersebut, aku memutuskan untuk sejenak menahan diri. Semua ada waktunya, hal itu mungkin akan terwujud nanti. 

Selain tempat-tempat indah yang nyata dan belum sempat aku jelajahi, ada tempat-tempat lainnya yang juga sangat ingin aku kunjungi. 

Untuk yang pertama, tempat itu bernama Neverland.

Sebuah tempat penuh kejutan dan petualangan. Tempat di mana segala hal bisa menjadi kemungkinan. 

Aku selalu membayangkan tinggal di Neverland ditemani oleh seorang peri. Menetap di sebuah rumah pohon yang kayunya mengeluarkan wangi yang menenangkan. Aku ingin setiap hari berjalan di antara bunga-bunga dan rerumputan, ingin melihat ombak yang bekejaran (tapi please, jangan ada Captain Hook). 

Jangan lupa, aku juga ingin ada sebuah perpustakaan di Neverland. Perpustakaan yang memuat banyak buku mengagumkan, kalo bisa seluruh buku di dunia harus ada di Neverland. Titik. 

Apa aku hanya tinggal bersama peri? Tentu tidak, aku juga ingin bersama dengan orang-orang yang aku sayangi. 

Kalo bisa, selain ke Neverland, aku juga ingin ke Moors. Sepertinya menyenangkan hidup dikelilingi peri-peri yang tingkahnya beragam sekali. 

Ah , sudahlah... pada akhirnya ini semua juga hanya bagian dari imaji. Tapi, tak apa. Untuk saat ini, memiliki imajinasi juga termasuk ke dalam hal-hal penting yang harus kita miliki untuk bertahan hidup. Sebab, langkah kita kini dibatasi. Belum leluasa pergi ke sana kemari. Imajinasi menjadi salah satu tempat yang bebas kita kunjungi sesuka hati. 

Dan aku berharap, semoga ada tempat di bumi ini yang seindah Neverland dan Moors (aku yakin, di bumi ada yang lebih indah, hanya saja tanpa peri), aku ingin mengunjunginya suatu hari nanti.


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

TEMUKAN SAYA

TERPOPULER

  • BDHK: Setelah Hari Itu #3
  • BerbicaraTentangBuku: Angin Bersyair karya Andrei Aksana
  • Lazuardi: Lebih Baik Selesai
  • BerbicaraTentangBuku: Novel The Magic Library (Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken) karya Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup
  • Neverland dan Moors
  • Peran
  • Cara Membedakan Buku Asli dan Bajakan
  • Kumpulan Quotes dari Novel Pride and Prejudice Karya Jane Austen
  • Gagal dari Awal
  • BerbicaraTentangBuku: Stories for Rainy Days

KATEGORI

  • #30DaysWritingChallange 10
  • Cerita 24
  • Cerita Bersambung 2
  • DAY 1 : Describe your personality 1
  • Lazuardi 2
  • Puisi 5
  • Serba-serbi Perbukuan 15
  • Tentang Film 5
  • Tentang Kehidupan 42
  • Ulasan Buku 18
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
deefesef
Hi, Devi di sini! Menuliskan apa yang tidak akan pernah dia baca, juga menulis tentang berbagai rasa dan tanya, serta banyak hal lainnya.
Lihat profil lengkapku

ARSIP

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • Sang Alkemis—Mengembalikan Mimpi yang Sempat Hilang
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2020 (85)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (27)
    • ►  Agustus (16)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2019 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)
  • Beranda
  • Rangkaian Kata
  • Ulasan Buku

© - Devi Sofiyanti | Designed by OddThemes