Between Words | Devs

You're Unique.

Hallo, guys!
Aku ingin sedikit menuliskan kata-kata untuk kalian semua.
Untuk kalian semua di luar sana, kalian itu unik. Jangan pernah membandingkan diri kalian dengan orang lain.
Okay, kenapa aku nulis kayak gini? Jawabannya adalah karena banyak dari kita yang terlalu terobsesi pada sesuatu yang sedang menjadi tren. Bahkan ironisnya terkadang kita melakukan apa yang sangat bertolak belakang dengan diri kita hanya agar terlihat sama dengan yang lain. Hey, mari kita membuka mata! Menjadi berbeda bukan berarti buruk. Berbeda membuat kita unik. Sayangnya terlalu banyak dari kita yang takut untuk menjadi berbeda, takut dicap aneh.
Apa salahnya menjadi berbeda? Mari menjadi diri sendiri. Cintai diri sendiri.
Cintai diri sendiri tanpa berusaha menjadi sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Sang Pencipta. Kita hanya perlu menjadi unik, menjadi versi terbaik dari diri kita. Mengejar kesempurnaan hanya membuatmu merasa kurang, mari bersyukur atas apa yang kita miliki.
Kebahagiaan datang bukan karena kita sempurna dan sama dengan yang lainnya, kebahagiaan datang apabila kita bersyukur atas segalanya dan menjadi versi terbaik dari diri kita.

Cintai dirimu, cintai hidupmu, bahagia akan selalu bersamamu!
Pict : Pinterest 
U don't need to be perfect cause u're unique!
Aku akan memberitahumu sebuah kisah tentang seorang gadis penyuka cerita bernama Bukuvella dan seorang lelaki pelukis senja, Lukas Kuas Saputra, lewat surat-surat yang akan kutulis di bawah ini.

Surat Pertama :
Kamu ingin menyapanya lewat kata
Walaupun kamu tahu takkan mungkin ia baca
Tapi lembar-lembar ini akan tetap bercerita
Tentang sorot mata yang begitu magis
Tentang senyum yang merekah tipis
Kamu gembira melihatnya melukis
Namun juga merasa teriris,
mengingat dia takkan mungkin membaca apa yang kamu tulis.


Surat Kedua :

Dia diam di sana, dunianya terfokus pada kanvas
Di belakangnya kamu mencoba mengamati
Kamu tulis semua warna yang ia gunakan
Sepertinya kamu mulai hafal warna-warna kesukaanya
Saat dia berbalik ke arahmu
Kamu menyerahkan catatan itu padanya
Kamu takut keliru mengartikan sesuatu tentangnya
Dengan halus dia menolaknya
Dan berkata bahwa dia tak mampu membacanya
Menurutnya kata-kata terlalu rumit untuk dipahami
Dia bahkan tak ingin mempelajari
Hingga dia memilih tidak tahu sama sekali.

Surat Ketiga :

Kamu adalah buku yang terbuka lebar
Sementara dia seorang buta huruf
Semuanya percuma saja
Kisahmu takkan mampu ia baca
Yang ia tahu tentangmu hanyalah satu
Bahwa kau adalah sebuah buku
Dan ia tak berniat belajar membaca
Karena baginya hal itu tiada guna
Ia terobsesi pada kanvas penuh warna
Bukan memahami kata-kata.



Ini hanya sebagian dari suara-suara mereka yang mampu kutulis. Aku masih ingin bercerita tentang mereka, sebab kisah mereka belum usai. 
Thx sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan singkat ini :)


Kuningan, 2018


Ini adalah rangkaian kata yang sok dramatis dari seseorang yang kebetulan sok puitis. Judul, foto dan isi mungkin kurang sesuai, tapi maklumi saja ya:)))) 



Beberapa dari kita suka membaca hanya karena ia menemukan dirinya dalam sesuatu yang ia baca. 
Mungkin aku salah seorang dari mereka, menyukai kata-kata karena kurasa aku adalah apa yang tertulis di sana. 
Dari kata-kata yang kubaca itu pula, aku menemukan banyak hal yang pernah terjadi, membaca seolah mengembalikan memori masa yang telah jauh berada di belakang sana sementara aku terus berlari. 
Membaca terkadang serupa membuka rahasia tentang masa yang telah lalu. 
Dari membaca terkadang kita dapat memahami mengapa kita bisa berada di tempat yang kita pijak detik ini dan hal-hal yang ada di hidup kita kini. 
Membaca juga membuatku merasa dimengerti, kata-kata tak bosan selalu mewakili setiap perasaan ini. 
Banyak orang menganggap bahwa membaca adalah kegiatan yang membosankan, tapi dari membaca kita dapat menemukan diri kita. 
Dan dari kata-kata kita dapat menemukan kita.
Jika merasa tak dipahami membacalah. Tak harus membaca hal-hal yang membosankan untukmu, cukup baca apa yang membuatmu mengenal dirimu, apa yang mewakili kamu. 
Seperti halnya aku, aku terkadang membaca hanya untuk memahami diriku sendiri hingga akhirnya sekarang aku tersadar bahwa diri ini telah begitu banyak kehilangan hal-hal yang berarti. 
Ketika membaca kita terkadang akan menemukan kata-kata yang pernah mewakili kita di masa yang telah lalu, semula semuanya terasa sangat nyata sampai pada akhirnya kita berhenti di akhir kalimat dan menyadari bahwa semuanya hanya pernah terjadi dan sekarang semua itu tak ada lagi. 

Dan untuk yang tak bertahan hingga kini, sekarang kamu hanya hal asing yang menyimpan begitu banyak cerita. Satu hal yang harus kamu tahu, aku tak bosan untuk terus membaca kata-kata yang mengingatkanku padamu.

Tulisan yang kita baca mungkin berbeda, tapi langit kita akan selalu sama. 

Kuningan, 2017

Bericara tentang buku.

Hello, how are you?

Di sini aku bakal share pengalaman membaca Stories for Rainy Days vol. II by Naela Ali.

Buku ini itu buku hadiah ulang tahun yang ke tujuh belasss! Gak ada yang nanya sih, tapi ya ngasih tau aja. Btw, thx my brother, you're my best captain Hihiii.

Okay, buku ini langsung jadi buku favorite! Why not? Quotes-nya manis-manis dan ngena banget ditambah ilustrasinya yang cantik. Dijamin kalian langsung jatuh cinta pada saat pertama kali liat buku ini!!!
Soal harga sih emang lumayan karena bukunya hard cover dan ukurannya imuuut. Buku ini juga cocok banget kalo buat kado ulang tahun atau kenang-kenangan buat sodara, sahabat, dan dia. Heheee.

Dan yang membuat tambah cinta sama buku ini adalah...

Quotes yang ini :

Mr. Spaceman was floating
Trying to find his home
But he couldn't
He was trapped in a space
Of uncertainties

Dan one more...

I want to live in a house made of books.
I want to sleep in a room smells like old papers.

Gimanaaa? Udah jatuh cinta sama buku ini?

Thx Naela Ali sudah membuat ilustrasi dan quotes yang manis❤

Yang belum punya, bisa segera beli karena meminjam berbeda rasanya dengan memiliki. So Let it yours!!!

Ini dia penampkannya





Postingan Lebih Baru Beranda

TEMUKAN SAYA

TERPOPULER

  • Film Pendek di Disney+ Hotstar yang Wajib Kamu Tonton!
  • Belanja Buku Online di Shopee Mizan Jakarta (mbcjakarta), Untung Besar!
  • Kotak Kenangan
  • Tentang Peter dan Wendy
  • Lazuardi: Mendekat
  • Lazuardi: Selesai
  • Untuk yang Tetap Memilih Sendiri
  • Raguku
  • 2521 dan Kesan Setelahnya
  • Cara Mengatasi Rasa Jenuh Saat Membaca

KATEGORI

  • #30DaysWritingChallange 10
  • Cerita 24
  • Cerita Bersambung 2
  • DAY 1 : Describe your personality 1
  • Lazuardi 2
  • Puisi 5
  • Serba-serbi Perbukuan 15
  • Tentang Film 5
  • Tentang Kehidupan 42
  • Ulasan Buku 18
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
deefesef
Hi, Devi di sini! Menuliskan apa yang tidak akan pernah dia baca, juga menulis tentang berbagai rasa dan tanya, serta banyak hal lainnya.
Lihat profil lengkapku

ARSIP

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • Sang Alkemis—Mengembalikan Mimpi yang Sempat Hilang
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2020 (85)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (27)
    • ►  Agustus (16)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2019 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)
  • Beranda
  • Rangkaian Kata
  • Ulasan Buku

© - Devi Sofiyanti | Designed by OddThemes