Between Words | Devs

Belanja Buku Online di Shopee Mizan Jakarta (mbcjakarta), Untung Besar!

Belanja Buku Online di Shopee Mizan Jakarta (mbcjakarta), Untung Banyak!

Senangnya, bulan ini bisa beli buku-buku bagus dengan harga yang amat sangat terjangkau. Murah bangeeet, seriuuus. 

Beberapa waktu lalu, aku iseng-iseng mencari toko buku yang diskonnya gak tanggung-tanggung. Ada sih, tapi buku yang kucari rupanya gak ada di sana. Lalu, aku iseng-iseng lagi, menulis judul buku yang aku incar di kolom pencarian Shopee dan keluarlah berbagai pilihan harga dan toko. Mataku langsung tertuju pada sebuah kotak yang menampilkan cover buku incaranku dengan logo Shopee Mall melekat padanya, dan harganya... mantap, kawan! 

Fyi, buku yang kuincar adalah Matilda. Buku anak karangan Roald Dahl yang melegenda. Harga normalnya di Pulau Jawa yaitu 75 ribu, dan di Shopee Mizan Jakarta hanya dibandrol dengan harga 45 ribu! Untung tiga puluh ribu, kawaaan!  Lumayan, untung segitu bisa digunakan untuk membeli buku lainnya lagi. 

Karena masih penasaran dengan koleksi Mizan Jakarta, akhirnya aku melihat-lihat tokonya (dari layar). Sebagai manusia yang menjunjung tinggi konsep hidup hemat alias sering mencari untung banyak, aku memutuskan melihat-lihat daftar buku dari harga termurah. 

Taraaa, 

Ternyata harga terendah di toko buku online ini hanya 3 ribu saja! Wah, ini sih benar-benar surga bagi pencinta buku. Oh ya, karena banyak sekali buku-buku yang harganya di bawah 30 ribu, akhirnya jariku menyerah sebelum mencapai angka tersebut. Hasil dari pencarian di kategori harga termurah itu membawaku bertemu dengan buku kumpulan quotes “A Fair Lady & A Fine Gentlemen” karya Jane Austen yang dibandrol seharga 15 ribu saja! (harga normal 69 ribu) dan buku non fiksi berjudul “Making Ideas Happen” karya Scott Belsky yang dijual seharga 20 ribu saja, harga normalnya 79 ribu. Murah banget, kan? Apalagi dapet subsidi ongkir 10 ribu. Buku, ongkir, ditambah dengan biaya penanganannya, aku cuma bayar 92 ribu sajaaa! Harusnya aku membayar sekitar 250 ribu untuk buku-buku dan biaya lainnya, kali ini aku hanya merogoh kocek kurang dari 100 ribu, senangnya. 

Untung banyaaak! 

Untuk pengemasannya sendiri aman banget walaupun hanya sekedar dibalut bubble wrap, karena bubble wrap-nya tebel bangeeet. Waktu pengemasan juga cepat, pengiriman juga cepat, pokoknya recommended deh. 

Aku gak tahu apakah promo ini akan terus berlanjut atau ada jangka waktu tertentunya, hanya saja jika kalian lagi mencari toko buku online dengan harga murah, kualitas buku baik dan gak diragukan lagi ke-ori-annya, aku saranin untuk langsung meluncur ke toko online Mizan Jakarta, ya! 

Diskonnya sendiri gak nanggung-nanggung, bisa sampai 90%. Koleksinya juga lengkap, dari buku anak sampai buku-buku non fiksi semuanya ada. Toko buku online ini juga bisa menerima pembayaran COD, lho! Asyik banget, kan? 

Tunggu apa lagi, yuk langsung belanjaaa!😍 


Lazuardi


Lazuardi 
Ternyata birumu tak mampu menahanku
Semoga mendung bukan jawaban 
Perihal rasa yang kulontarkan 
Enyahkan segala pilu 

Lazuardi 
Birumu jadi kelabu nan sendu
Selesai bukan berarti usai
Masih banyak kata mulai
Walau jawab hanya dimiliki waktu

Lazuardi
Adalah biru yang menjadikanmu kamu
Pahami yang tak dapat kaumengerti 
Bicaralah pada sunyi 
Pertahankan warnamu 

Lazuardi 
Lepaskan aku. 
Genggamlah dirimu.


Untuk kalian,

Kata-kata untuk sahabat

#30DaysWritingChallenge

DAY 10: Your best friend 


Temanya bikin perasaan gak karuan, bahagia dan sedih campur aduk.

Your best friend—my best friend.

Sahabatku.

Aku akan menulis tentang kata ‘sahabat’ dan ini yang muncul di kepala:

Tulisan ini dipersembahkan untuk para sahabat yang selalu ada. Aku mungkin gak akan menyebutkan nama, tapi jika ada salah satu dari mereka ada yang membaca ini, aku yakin mereka pasti tahu ‘ada’ mereka dalam tulisan ini.

Dari mulai kecil, SD, SMP, SMA, sampai sekarang sudah kuliah, aku bertemu dengan banyak sekali manusia-manusia dengan segala keunikannya masing-masing dan beberapa dari mereka ternyata menjadi bagian dari kisah hidupku. Beberapa sahabat dari masa yang telah berlalu, ada yang bahkan sudah tak saling sapa, beberapa memang masih sering bertukar kabar walaupun kadang pembicaraan kita tidak jelas arahnya. 

Aku bahagia ketika aku mengingat bahwa kami pernah memiliki masa-masa bahagia bersama, menghabiskan waktu bersama, bertukar cerita, dan masih banyak hal-hal lainnya yang kuingat dan aku rindukan. Sayangnya, semua tak mungkin terulang lagi. Sementara itu, yang membuatku sedih adalah ketika aku mengingat bahwa sekarang semua itu telah berlalu. Kami sudah memiliki kehidupan masing-masing, bahkan untuk sekadar bertanya kabar pun takutnya malah mengganggu.

Huft, jadi rindu. 

Apa kabar, orang-orang dari masa lalu? 

Terima kasih untuk selalu ada ketika suka maupun duka. Terima kasih untuk setiap bahagia yang tercipta. Terima kasih telah menjadi cerita yang membuatku tersenyum sekaligus berkaca-kaca ketika mengingatnya. Kami pernah sama-sama hidup dalam lingkar dunia yang sama, sebelum pada akhirnya memilih untuk mencari tempat yang berbeda. 

Aku suka sekali dengan segala yang telah kalian beri. Banyak hal-hal tak terduga yang ternyata mereka lakukan demi membuatku bahagia, walau kadang membuatku kesal karenanya, wkwk.

Untuk orang-orang yang saat ini bersamaku dan masih bersamaku, aku bersyukur ada kalian dalam hidupku. Aku tahu, suatu hari nanti kalian juga akan menjadi bagian dari orang-orang  masa lalu itu. Namun, aku yakin, semua itu tidak akan berdampak apa-apa, karena kami tahu bahwa akan selalu ada kata ‘ada’ meski tanpa jumpa sesering biasanya. Terima kasih banyak untuk segalanya. 

Memang, tak semua berjalan bersama, tapi aku sangat bahagia karena kami masih mampu bertukar cerita tentang betapa rumitnya dunia dan kami yang belum menerima bahwa diri telah beranjak dewasa. 

Kami sedang sama-sama menghadapi kerasnya dunia. Tak selalu bersama, tapi yakin bahwa akan selalu ada.

Sahabat tangannya tak selalu berjabat, tapi jiwanya mendekap erat. 

Aku percaya. 

Ini untuk kalian, orang-orang yang hadirnya memberi banyak kesan dalam kehidupan. 

Sekali lagi, terima kasih banyak.❤


Kumpulan Quotes dari Novel Pride and Prejudice Karya Jane Austen

Kumpulan Quotes dari Novel Pride and Prejudice Karya Jane Austen


Novel Pride and Prejudice karya Jane Austen merupakan salah satu roman terpopuler sepanjang masa, lho! Gak heran ya, banyak orang penasaran dengan isi novel ini dan banyak juga yang suka dengan roman ini. Meskipun usia cerita ini sudah sangat tua, tapi ada poin-poin yang masih relevan dengan kehidupan masa kini dan cerita ini pun masih banyak digemari. Kalo kata Kerispatih, tak lekang oleh waktu~ 

Nah, kali ini aku akan menuliskan beberapa quotes dari novel Pride and Prejudice. 

• “Oh, kau memang punya kecenderungan untuk terlalu cepat menyukai seseorang. Kau tidak pernah melihat kekurangan pada diri siapa pun. Semua hal di dunia ini bagus dan menyenangkan di matamu. Aku tidak pernah mendengarmu mengeluhkan seoraang manusia pun di dalam hidupmu.” —hal 25, Pride and Prejudice 

• “Aku tidak ingin terlalu terburu-buru menilai seseorang, tapi aku selalu mengatakan apa yang ada dalam pikiranku.” —hal 25, Pride and Prejudice 

• “Kebahagiaan dalam pernikahan hanyalah masalah nasib. Kalaupun kedua belah pihak sudah saling mengetahui sifat masing-masing atau bahkan memiliki sifat yang sama sebelumnya, itu tidak menjamin mereka akan berbahagia selamanya. Perbedaan akan selalu tumbuh di antara mereka setelah mereka menikah, sehingga akan lebih baik jika kita lebih sedikit mengetahui tentang calon pasangan hidup kita.” —hal 37, Pride and Prejudice 

• “Tapi, setiap dorongan perasaan seharusnya didukung oleh akal sehat, dan menurut pendapatku, usaha kita seharusnya sepadan dengan hal yang ingin kita capai.” —hal 51-52, Pride and Prejudice

• “...sifat yang rumitlah yang paling menarik. Membacanya lebih menantang.” —hal 67, Pride and Prejudice

• “Menyerah tanpa keyakinan juga bukan sesuatu yang dapat dimengerti.” —hal 78, Pride and Prejudice

• “Dengan ini, aku menyatakan bahwa tidak ada hiburan yang lebih mengasyikkan daripada membaca! Buku tidak akan mungkin menimbulkan kebosanan! Jika aku punya rumah sendiri, aku akan merana jika perpustakaanku buruk.” —hal 85-86, Pride and Prejudice

• “Aku berharap diriku tidak pernah menertawakan orang-orang yang baik dan bijaksana.” —hal 89, Pride and Prejudice 

• “Aku yakin, ada kecenderungan untuk keburukan tertentu—kelemahan alami—dalam diri semua orang, yang bahkan tidak bisa ditanggulangi oleh pendidikan terbaik sekalipun.”—hal 90, Pride and Prejudice

• “Tentang apakah dia orang yang menyenangkan ataupun sebaliknya. Bukan aku yang berhak menentukan hal itu. Aku telah terlalu lama dan terlalu baik mengenalnya untuk memberikan penilaian akan pribadinya.”—hal 122, Pride and Prejudice

• “Tapi, ungkapan ‘cinta setengah mati’ itu sangat berlebihan, meragukan, bermakna kabur,, sehingga aku tidak tahu harus berpikir bagaimana. Perasaan seperti itu biasanya muncul dari perkenalan selama setengah jam, bukan karena rasa cinta yang nyata dan kuat.” —hal 217-218, Pride and Prejudice

• “Sebagian sifat dan gagasan kami ternyata sama. Sepertinya kami memang tercipta untuk satu sama lain.”—hal 329, Pride and Prejudice

• "Bukannya aku takut pada diriku sendiri, tapi aku mengkhawatirkan penilaian orang-orang.”—hal 498, Pride and Prejudice

• “Saya hanya bertekad untuk mengambil tindakan yang, menurut pendapat saya, akan berujung pada kebahagiaan saya, tanpa harus mendengarkan pendapat Anda atau siapa pun yang tidak memiliki hubungan dengan saya.”—hal 539, Pride and Prejudice

Itulah beberapa quotes dari novel Pride and Prejudice karya Jane Austen, adakah yang sesuai dengan dirimu?




 

Lazuardi: Lebih Baik Selesai

Lazuardi 
Birumu akan selalu kurindu
Atap paling teduh 
Menaungi segala sendu
Meski tujuan gagal ditempuh 

Lazuardi
Tempatmu tak terjangkau olehku
Mungkin terlalu jauh
Aku tak pernah tahu 
Harap tak putus kurengkuh 

Lazuardi 
Perihal aku dan kamu 
Perihal cerita yang tak utuh
Semoga abadi dalam memorimu 
Kecuali kamu merelakannya luruh

Lazuardi 
Jangan bermain dengan waktu
Sadari kisah ini hanya separuh
Berhenti bertahan di atas semu
Semua sudah telanjur keruh

Lazuardi
Lebih baik selesai dan biarkan banyak hal terpaksa dijadikan sesal. 


Tulisan Tentang Kebahagiaan

Tulisan Tentang Kebahagiaan

#30DaysWritingChallenge

DAY 9: Write about happiness  


Setelah bolos satu hari, hari ini kembali semangat menulis, kebetulan temanya benar-benar ‘sesuatu’ yang aku butuhkan saat ini. 

Pernah kukatakan, menulis tentang kebahagiaan itu sulit. Sulit sekali. Terlalu banyak hal yang muncul di kepala. Banyak sekali hal-hal kecil yang membuat kita bahagia, salah satunya adalah melihat orang lain bahagia.

Aku bahagia melihat anak kecil bermain dengan teman-temannya, aku bahagia melihat balita yang tak pernah putus asa ketika belajar melangkahkan kakinya, aku bahagia melihat orang lain tersenyum ketika ia menatap layar ponselnya, aku bahagia ketika mendengar orang lain bahagia. Dan masih banyak lagi bahagia-bahagia yang lainnya, yang tak mungkin kutuliskan semua. 

Jadi, apa kamu masih sering berpikir bahwa kebahagiaan sulit didapatkan? 

Sesungguhnya kebahagiaan itu dekat. Bahkan, kukira rasa bahagia adalah sesuatu yang menyatu dalam jiwa. 

Jika ada tanya tentang bagaimana cara untuk bahagia, akan kujawab bahwa dirimu sendiri adalah kuncinya. Bahagia bukan perkara senang dan hura-hura, bahagia adalah ketika kita mampu menerima segala yang ada. 

Siapa yang membuat kita bahagia? 

Kamu tahu jawabnya. Sebab, bahagia adalah perkara sesuatu yang dirimu cipta, bukan orang lain yang memberikannya. Jika orang lain memberimu banyak bahagia, sedang kamu tak mau menerimanya, apakah kamu akan bahagia? Kurasa, tidak. 

Bahagia juga bukan tentang sesuatu yang besar wujudnya, tapi seberapa mampu kita menyadarinya. 

Terkadang, aku merasa bahwa aku tak pernah benar-benar bahagia, tapi ternyata aku salah. Sebetulnya, aku yang jarang menyadari bahwa bahagia selalu ada.

Aku bahagia dengan hal-hal kecil, aku bahagia ketika orang bahagia karenaku. 

Banyak sekali alasan untuk bahagia, bukan?

Lalu, mengapa kita masih lebih sering mengagung-agungkan kesedihan? 

Barangkali, kita sebagai manusia hanya mengingat sesuatu yang singkat, dan kesedihan adalah singkat, sedang bahagia adalah sesuatu yang sebenarnya selalu ada. Lebih mudah mengingat-ingat yang singkat, dibandingkan dengan yang selalu bersama berdampingan. 

Bahagia adalah sesuatu yang tak bisa dengan mudah dijelaskan, tapi kita tahu dengan pasti ketika hal itu kita rasakan. 

Menulis tentang kebahagiaan, mungkin cukup sekian. 

Aku hanya ingin mengatakan bahwa kamu harus merasakan. Rasakan kebahagiaan dengan pelan, dan kamu tak butuh alasan untuk menentang apa yang hatimu coba sampaikan. 

Kebahagiaan. 


Kekuatan musik yang barangkali tak kita sadari. 

#30DaysWritingChallenge

DAY 8: The Power of Music

Kekuatan musik

Seberapa berpengaruhnya musik bagi hidup kamu? Mungkin bagi sebagian orang, musik adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan dalam hampir setiap kegiatan yang ia lakukan. Makan dengerin musik, mau tidur dengerin musik, belajar dengerin musik, kerja sambil denger musik juga, masak juga gak ketinggalan musik dibawa-bawa. Music for life, pokoknya!

Pernah gak sih kamu lewat ke suatu tempat dan gak sengaja  mendengar musik, lalu tiba-tiba kamu menghentikan langkah hanya untuk mendengarkan musik tersebut lebih lama lagi? Mungkin saja itu adalah musik kesukaanmu atau barangkali itu justru adalah lagu yang baru pertama kali kamu dengar dan kamu merasa tertarik untuk mendengarnya lebih lama lagi?

Nah, dari situ sudah terlihat bahwa musik memiliki kekuatan yang cukup besar bagi kehidupan. Senang dengerin musik, sedih, dengerin musik, marah dengerin musik, dari semua perasaa-perasaan itu pelarian manusia pasti kepada musik. 

Aku juga merupakan salah satu manusia yang percaya dengan kekuatan musik. Memang, aku bukan seorang penikmat musik garis keras yang kapan pun, di mana pun, dan dengan siapa pun pasti mendengarkan musik. Aku hanya mendengarkan musik saat aku benar-benar ingin, jadi jangan kaget kalo aku gak tahu judul dari lagu yang baru saja rilis. Aku gak se-update itu tentang musik. 

Biasanya aku mendengarkan lagu-lagu dari Isyana Sarasvati, Nadin Amizah, Yovie and Nuno, dan beberapa lagu lawas yang sampai hari masih sering terngiang di kepala. Aku mendengarkan lagu-lagu mereka karena aku dapat menjadi diriku sepenuhnya ketika mendengarkan lirik demi lirik yang kurasa ‘aku banget’ dilantunkan dengan indah oleh mereka. 

Ketika mendengarkan lagu-lagu mereka aku merasa segala perasaan yang mengganjal dalam hatiku lebur begitu saja. Tak jarang aku sampai menangis dibuatnya, tapi setelah itu aku kembali menemukan kekuatan baru untuk menghadapi dunia. Dengan mendengarkan musik kita dapat menumpahkan segala perasaan yang kita rasa, membuat kita seolah tak memiliki beban dalam kehidupan. Musik dapat membuat suasana hati kita menjadi lebih baik. Kalo aku handphone, mungkin musik adalah salah satu chargeran yang menjadi alat untuk menghubungkan diriku yang mulai lemah dengan energi baru. 

Menurutku, musik memiliki kekuatan tersendiri yang mampu menyapa secara personal ke setiap jiwa manusia, sehingga saat mendengarkan musik, kita merasa memiliki teman dan merasa dimengerti. Jujur, aku tidak bisa bermain alat musik, tapi aku merasa begitu dekat dengannya. 

The power of music is real. 


Rectoverso

#30DaysWritingChallenge

DAY 7: Favorite Movie

Film Rectoverso

Sulit sekali rasanya memilih film favoritku, karena pada dasarnya kebanyakan film-film yang aku tonton adalah kesukaanku. Entah kenapa aku menjadi seorang pemilih akut, termasuk ketika hendak menonton film, sehingga setiap film yang kutonton, pasti pada akhirnya akan kusuka hehe. Hal itu karena sebelum menonton aku selalu mempertimbangkannya terlebih dahulu, hehe.

Namun, untuk kali ini hanya akan ada satu film yang akan kubahas. Judul film tersebut adalah Rectoverso, sebuah film yang diangkat dari cerpen dengan judul serupa karya Dee Lestari. Film ini sama seperti cerpennya, terpisah-pisah, namun tetap terasa utuh.

Di bawah ini akan aku tuliskan sinopsis film Rectoverso yang dikutip dari blognya Ibu Suri:

Malaikat Juga Tahu, bercerita tentang perjuangan Bunda membesarkan anaknya yang autis, Abang. Konflik muncul ketika Abang dan adiknya Hans jatuh cinta kepada perempuan yang sama, yakni Leia.

Cecak di Dinding, berkisah tentang hubungan sesaat antara Saras dan Taja. Meski singkat, hubungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Taja. Namun, hatinya mesti patah dua kali ketika mengetahui Saras akhirnya menikah dengan sahabatnya, Irwan.

Firasat, bercerita tentang Senja yang tinggal berdua dengan ibunya. Senja kerap mengeluh tentang firasat-firasat dan mimpi buruknya. Untuk mengatasi isu indra keenamnya, Senja bergabung dengan Klub Firasat yang dipimpin oleh Panca. Senja begitu resah karena firasat buruknya kali ini menyangkut Panca yang dicintainya.

Curhat Buat Sahabat, berpusat kepada hubungan platonik antara dua sahabat, Amanda dan Reggie. Amanda, yang gonta-ganti pacar dan berakhir dengan orang yang menyakitinya, tak pernah sadar bahwa Reggie adalah orang yang paling tulus mencintainya.

Hanya Isyarat, berkisah tentang Al yang bersua dengan para backpacker, yakni Tano, Bayu, Dali, dan Raga. Al jatuh cinta kepada Raga. Satu malam, mereka berlomba bercerita kisah paling sedih. Al akhirnya tahu cintanya memang tidak akan pernah kesampaian.

 

Ini adalah salah satu film yang menurutku kaya akan makna. Setiap karya yang hadir dari Ibu Suri memang selalu memiliki ’sesuatu’. Film ini banyak mengajarkan tentang hal-hal penting dalam kehidupan yang seringkali kita lewatkan.

Saat menonton film ini, kita diajarkan tentang sebuah ketulusan, tentang kesabaran, tentang harapan, tentang keikhlasan, dan banyak hal lainnya tentang kehidupan. 

Aku sangat menyukai film ini. Pokoknya, film ini sangat kurekomendasikan.❤

Sinematografinya juga keren.❤😭

 

 

Mengenang Masa Kecil Lewat Majalah Bobo


Beberapa minggu belakangan ini, aku sering banget melihat postingan para bookstagrammer yang membahas tentang buku-buku kesukaan mereka di masa kecil. Dari situ, aku mulai mengingat kembali buku-buku apa saja yang pernah aku baca di masa kecil, kemudian muncullah dua buku yang paling membekas di ingatanku. 

Majalah Bobo dan Merak yang Sombong. 

Nah, karena aku lupa menyimpan buku-buku itu di mana dan sesungguhnya memang malas juga mencarinya, kuputuskan untuk beli saja~ karena gak menemukan buku Merak yang Sombong dengan cover yang kukenal, jadi beli Majalah Bobo dulu saja~ 


Tak berselang lama dari tanggal pembelian, majalah-majalah tersebut mendarat dengan cantik di rumah. Ada perasaan hangat yang tiba-tiba menjalar di sekujur tubuhku. Memori masa kecil sepertinya sedang berduyun-duyun menghampiri untuk mengatakan, "kamu telah lama meninggalkan kami. Meninggalkan banyak hal yang kamu sukai." fiuuuh, rasanya seperti tersedot ke dalam lingkaran masa lalu.

Meskipun yang kubeli ini bukan edisi yang begitu lawas dan tahun terbitnya hanya berjarak lima tahun dari hari ini, isinya ternyata masih sama seperti dulu. Aku membuka halaman demi halamannya dengan hati penuh kegembiraan, sama seperti waktu kecil dulu. Mungkin awal dari rasa cintaku terhadap membaca juga salah satunya berasal dari sini.

Dalam majalah anak-anak yang tebalnya tak seberapa ini, banyak sekali hal-hal yang membuat aku seolah kembali mengunjungi diriku di masa lalu. Pertama, aku jadi teringat kembali dengan cerita-cerita Bobo, ingat sekali dulu pernah memilih tokoh-tokoh favoritku, menandainya dan mengatakan kepada sepupuku bahwa aku telah memilihnya dan dia harus mencari tokoh lain. Kedua, aku bertemu lagi dengan Nirmala, salah satu tokoh dalam cerita dongeng di Majalah Bobo yang pernah membuatku terobsesi ingin menjadi sepertinya. Dan yang terakhir, Bona! Yap, gajah kecil berwarna merah muda dengan belalai yang panjang itu berhasil membuatku mengingat betapa bahagia dan cerianya aku setiap kali menyusuri halaman-halaman majalah tersebut.

Aku merasa seperti berjumpa kembali dengan kawan-kawan lama yang hampir kulupa, tapi di antara kami ada ikatan yang akan selalu mengingatkan tentang indahnya kenangan-kenangan tersebut. Jujur, awalnya aku tak mengingat adanya Nirmala dan Bona dalam Majalah Bobo, tapi begitu melihatnya aku langsung mengenalinya tanpa kecuali. Seperti teman masa kecil yang kembali bertemu dalam reuni. 

Mengenang masa kecil lewat Majalah Bobo ternyata menyenangkan, seperti mengembalikan kembali ingatan-ingatan yang sudah terlewatkan, meskipun hanya dalam bentuk kenangan dan gejolak perasaan. Dan ternyata, bukan hanya aku saja yang merasa kembali ke masa lalu ketika melihat majalah bobo, beberapa dari teman-temanku pun mengungkapkan hal yang sama ketika mereka melihat postinganku tentang Majalah Bobo ini. 

Kita semua perlahan tumbuh dan melupakan hal-hal yang amat kita suka, dan ketika mata kita kembali melihatnya, semuanya seolah tampak nyata seperti dahulu dan ada sebuah perasaan yang tak mampu kita jelaskan, yang hadir dari jiwa yang berbeda dalam tubuh yang sama. 
Lazuardi


Lazuardi 
Siang jadi hal yang tak lagi riang
Malam kemudian hadir sebagai penenang
Semua berubah tanpa bisa kucegah

Lazuardi 
Kamu dan aku 
Adalah hijau merah muda dan biru
Adalah langit dan bumi

Lazuardi 
Beda adalah kita 
Kata sama kini tak bermakna 
Banyak ragu membatasi 

Lazuardi
Dapatkah aku berhenti dari kecepatan berlari yang semakin hari membuatku semakin hilang kendali. 

 Untuk yang Tetap Memilih Sendiri

Untuk yang Tetap Memilih Sendiri


#30DaysWritingChallenge

DAY 6: Single and Happy

Zaman sekarang ini sendirian kadang terlihat menyeramkan. Banyak yang memilih berdua karena menurutnya hal itu yang membuatnya bahagia. Tapi, kukira bahagia tak harus selalu tentang bersama dengan yang lainnya, apalagi jika ada rasa terpaksa di dalamnya. 

Sendiri, justru membuat kita lebih mengenal diri. Sendiri tidak berarti rasa sepi lebih sering menghampiri. Jadi, apa memang harus bersama orang lain yang sesungguhnya tak benar-benar kamu cintai hanya demi sebuah kebahagiaan yang belum pasti? 

Kurasa tidak perlu. Itu hanya akan membuang waktu, baik waktunya maupun waktumu. 

Sendirian juga dapat menghadirkan banyak kebahagiaan. Banyak hal yang dapat kamu eksplor sendirian. Sesuatu yang memang tak pelu orang lain untuk ikut andil dalam mewujudkannya. 

Single and happy, kenapa tidak?

Berdua dan bahagia adalah dua hal berbeda. Oleh sebab itu, tidak perlu cemas jika salah satu di antaranya tak kamu punya. Sendirian juga bukan lawan dari kebahagiaan. Tidak ada alasan untuk menyangkal pernyataan bahwa sendirian pun kamu bisa mengecap kebahagiaan. 

Single and happy—suatu pilihan untuk merasa dicintai oleh dirimu sendiri. 

Yang kamu perlu untuk bahagia adalah mencintai dirimu sendiri, bersama orang lain tak berarti kebahagiaan akan menjamin. 

Lebih baik sendiri, daripada berdua tapi untuk bahagia pun sulit dicari. 



Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

TEMUKAN SAYA

TERPOPULER

  • Film Pendek di Disney+ Hotstar yang Wajib Kamu Tonton!
  • Belanja Buku Online di Shopee Mizan Jakarta (mbcjakarta), Untung Besar!
  • Kotak Kenangan
  • Tentang Peter dan Wendy
  • Lazuardi: Mendekat
  • Lazuardi: Selesai
  • Untuk yang Tetap Memilih Sendiri
  • Raguku
  • 2521 dan Kesan Setelahnya
  • Cara Mengatasi Rasa Jenuh Saat Membaca

KATEGORI

  • #30DaysWritingChallange 10
  • Cerita 24
  • Cerita Bersambung 2
  • DAY 1 : Describe your personality 1
  • Lazuardi 2
  • Puisi 5
  • Serba-serbi Perbukuan 15
  • Tentang Film 5
  • Tentang Kehidupan 42
  • Ulasan Buku 18
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
deefesef
Hi, Devi di sini! Menuliskan apa yang tidak akan pernah dia baca, juga menulis tentang berbagai rasa dan tanya, serta banyak hal lainnya.
Lihat profil lengkapku

ARSIP

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • Sang Alkemis—Mengembalikan Mimpi yang Sempat Hilang
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2020 (85)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (27)
    • ►  Agustus (16)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2019 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)
  • Beranda
  • Rangkaian Kata
  • Ulasan Buku

© - Devi Sofiyanti | Designed by OddThemes