Between Words | Devs

Kumpulan Quote dari Buku Karya Dee Lestari


Kali ini aku akan menuliskan quote dari buku-buku karya Dee Lestari. Dewi Lestari atau yang biasa disapa Dee adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia yang karyanya selalu berhasil membuat banyak orang jatuh cinta, dan aku pun sangat menyukai karya-karya beliau❤. Yuk, langsung saja di bawah ini kutuliskan quotenya.

“Jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.” —Dee Lestari 

“Kalau saja hidup tidak berevolusi, kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu, kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka tanpa ragu kamu akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. Cukup satu.” —Dee Lestari

“Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.” —Dee Lestari

“Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.” —Dee Lestari

“Berhenti memilah antara apa yang diinginkan dan tidak, lalu stagnasi hanya karena anda berkeras atas sesuatu yang sebenarnya harus berubah. Berhenti juga menilai buruk dari apapun. Bahkan untuk itu anda hidup. Anda adalah pengamat dan penikmat. Bukan hakim.” —Dee Lestari

“Saya percaya setiap manusia dapat mewujudkan surga, neraka, berlaku seperti malaikat, dan menjadi iblis itu sendiri.” —Dee Lestari

“Perasaan ini, cukup besar untukku kuat berjalan sendirian tanpa harus kamu ada.”—Dee Lestari

“Segalanya terjadi tak terduga-duga. Hanya ada satu yang pasti dalam hidup, yaitu ketidakpastian. Hanya ada satu yang patut Anda harapkan datang, yaitu yang tidak diharapkan.” —Dee Lestari

“Ternyata hidup tidak membiarkan satu orang pun lolos untuk cuma jadi penonton. Semua harus mencicipi ombak.” —Dee Lestari

“Setiap pertaanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu.” —Dee Lestari

“Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit kembali setelah berkali—kali jatuh. Jangan pikirkan kamu akan sampai di mana dan kapan. Tidak ada yang tahu. Your strenght is simply your will to go on.” —Dee Lestari

“Terlalu banyak pilihan bisa memusingkan, tapi keterbatasan pilihan adalah penjara.” —Dee Lestari 

“Banyak hal yang nggak perlu kedengeran bunyinya, tapi kelihatan dari tindakannya.” —Dee Lestari

“Kadang-kadang pilihan yang terbaik adalah menerima.” —Dee Lestari

“Tiada yang lebih indah. Tiada yang lebih rindu. Selain hatiku. Andai engkau tahu.” —Dee Lestari

“Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi.” —Dee Lestari

“Kamu hanya perlu menerima. Menolak, menyangkal, cuma bikin kamu lelah.” —Dee Lestari

“Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun, orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja.” —Dee Lestari

“Kamu ingin cinta. Tapi takut jatuh cinta. But you know what? Terkadang kamu harus terjun dan jadi basah untuk tahu air. Bukan cuma nonton di pinggir dan berharap kecipratan.” —Dee Lestari

“Kendati batas antara kebebasan dan ketidakpedulian terkadang saru.” —Dee Lestari

“Kalau bebas sudah jadi keharusan, sebetulnya bukan bebas lagi, ya?” —Dee Lestari

“Kenali kekuatan waktu, dalami pengetahuan hati, selami kekalnya doa.” —Dee Lestari

“Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh.” —Dee Lestari

“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.” —Dee Lestari

“Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup.” —Dee Lestari

“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.” —Dee Lestari

“Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu.” —Dee Lestari


Beranjak Dewasa dan Merasa Belum Memiliki Cita-cita


Pernah gak sih kamu berpikir tentang suatu hal sampai membuatmu ingin menangis? Berpikir tentang usiamu yang semakin hari semakin bertambah, kamu mulai beranjak dewasa, tapi ada sesuatu yang selalu mengganjal di kepala dan cukup menyiksa, yaitu perihal cita-cita. Kamu belum memilikinya. Belum memilikinya.

Sebelum membahas lebih lanjut, apa sih cita-cita?

Makna cita-cita di KBBI adalah: keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran.

Sesuatu yang terdengar sepele, tapi ternyata bisa membuatmu bingung setengah mati (agak berlebihan memang). Apalagi ketika dihadapkan dengan pertanyaan dari orang-orang di sekitar. Tak dapat dipungkiri bahwa pasti kita akan mendapatkan pertanyaan, “kamu mau jadi apa?”

Jujur, aku selalu bingung setiap kali ada yang melayangkan pertanyaan itu. Aku tahu apa yang aku inginkan, tapi apakah hal itu bisa disebut cita-cita? Aku bingung. Sulit sekali rasanya mengatakan apa tujuan kita, apa yang ingin kita raih, namun jauh di lubuk hati, kita percaya bahwa ada sesuatu yang ingin kita wujudkan. Rumit banget ya hidup.

Dulu waktu kecil, aku selalu berpikir bahwa dengan beranjak dewasa aku akan lebih mudah mewujudkan segala cita, tapi nyatanya malah sebaliknya. Justru, kini aku dilanda kebingungan yang begitu dahsyat, sampai aku tak tahu lagi caranya untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya aku inginkan. Waktu kecil, setiap kali mendengar pertanyaan tentang cita-cita, tak perlu waktu yang lama untuk menjawabnya, “Ingin jadi guru.” itulah yang dengan lantang aku suarakan. 

Lucu ya, waktu kecil kita akan dengan mudah mengatakan bahwa kita ingin menjadi guru, ingin jadi dokter, ingin jadi pilot, dan beberapa profesi yang saat itu kita anggap keren. Berbeda sekali dengan sekarang, kita hanya bisa merenung ditemani rasa bingung. Serius, ini benar-benar menjengkelkan kalo kita mencoba untuk terus memikirkannya. Usia sudah menjadi tuntutan utama untuk mengejar cita-cita, tapi sayangnya cita-cita saja kita belum punya. Mau gimana, coba? Wkwk. 

Sebenarnya saat ini, saat menulis ini, aku gak tahu aku lagi nulis apa. Segala perihal cita-cita jadi buram warnanya. Tapi, ada satu hal yang aku percaya, setiap orang pasti pernah mengalami hal serupa, aku tak sendirian menghadapinya. Dan aku juga percaya bahwa waktu akan menjadi jawabnya. Akan selalu ada jawab bagi setiap tanya, walau kadang kita tidak menyadarinya. Mungkin sekarang belum waktunya, tapi nanti kita pasti akan menemukannya. Dan, aku pun bersyukur karena orang-orang di sekitarku tak pernah memaksaku untuk menjadi seperti yang mereka inginkan. Mereka selalu mendukung apapun keputusan yang aku pilih. 

Beranjak dewasa dan merasa belum memiliki cita-cita bukan berarti dunia tak berpihak pada kita, hanya perlu percaya bahwa semua ada waktunya. Kapan? Secepatnya. Yang kita perlu hanya melakukan sesuatu yang kita suka dan menekuninya, agar kita selangkah lebih dekat untuk menggapai cita-cita. 

 


Seberapa sering sih kalian merasa jenuh saat membaca buku? Sepertinya hal itu adalah musuh utama bagi para pembaca ya. Akhir-akhir ini aku lagi berada di posisi ini nih. Posisi yang cukup menyiksa banget huhu. Bayangin aja, kamu lagi baca buku, tapi tiba-tiba ngerasa males dan hilang mood gitu aja. Gak bisa fokus membaca cerita, apalagi menikmatinya. Kesel gak si?

Cara Mengatasi Rasa Jenuh Saat Membaca


Sejujurnya, hal kecil yang terkesan remeh seperti ini tuh gak baik jika dibiarkan begitu saja. Bisa-bisa kita malah kehilangan minat membaca dalam jangka waktu lama. Nah, oleh sebab itu di bawah ini aku akan menuliskan beberapa cara yang dapat kita lakukan jika kita sedang terjebak dalam masalah ini. 

1. Memberi Jeda Untuk Membaca

Jika kalian sedang berada di posisi ini, sebaiknya hal pertama yang kalian lakukan adalah dengan memberikan jeda waktu untuk membaca. Jangan dipaksakan dulu, ya, gak baik. Beri jeda beberapa hari atau sekitar satu minggu untuk mengistirahatkan pikiran kalian. Selain itu, ketika kalian memutuskan untuk kembali melanjutkan rutinitas membaca, jangan lupa untuk memulainya secara perlahan ya. Mungkin jika biasanya kalian bisa menghabiskan waktu lebih dari tiga jam untuk membaca buku, sekarang kurangi durasinya, sekitar tiga puluh menit sampai satu jam saja misalnya.

2. Mengubah Suasana Membaca

Langkah selanjutnya yang harus kalian tempuh adalah dengan mengubah suasana baru ketika membaca buku. Agar mood membaca kalian dapat membaik, gak ada salahnya untuk mencoba suasana membaca yang baru. Kalian bisa membaca di tempat-tempat yang belum pernah kalian gunakan untuk membaca buku. Misalnya saja kalian biasanya membaca buku di kamar, coba deh sekali-kali kalian membacanya di halaman rumah sambil ditemani kicauan merdu dari burung. Kalian juga bisa pergi ke tempat-tempat umum yang cocok untuk membaca buku, contohnya ke kafe atau taman.

3. Baca Ulang Buku Kesukaanmu

Ini adalah salah satu cara yang paling cocok denganku. Biasanya ketika aku mulai kehilangan gairah dalam membaca buku, aku akan langsung menyisihkan buku yang sedang kubaca dan beralih kepada buku-buku kesukaanku. Membaca ulang buku kesukaanmu akan mengingatkanmu kembali pada sebuah perasaan bahagia ketika kamu membaca. Dengan begitu semangat membacamu akan kembali membara.

4. Ganti Genre

Rasa jenuh ketika membaca mungkin saja datang gara-gara kamu membaca genre yang tidak terlalu kamu sukai. Oleh sebab itu, kamu merasa tidak dapat menikmati ceritanya karena belum terbiasa. Atau bisa jadi sebaliknya, kamu hanya berkutat di genre yang kamu sukai, lalu tiba-tiba mulai merasa bosan dengan genre yang itu-itu saja. Nah, kalo sudah gini, jangan ragu buat ganti genre ya.

5. Menulis

Kok nulis? Iya serius, nulis! Mungkin karena terlalu banyak mendapatkan informasi dari membaca, pikiran kita menjadi kewalahan untuk mengolahnya, karena informasi tersebut tumpang-tindih di pikiran. Dengan menuliskan informasi yang kita dapatkan dari membaca, maka beban dalam pikiran kita akan sedikit berkurang karena sebagian beban tersebut sudah dituangkan ke dalam tulisan. Nah, dengan begitu pikiran kita akan siap kembali menerima informasi baru dari bacaan baru kalian. 

Itulah beberapa cara mengatasi kejenuhan saat membaca ala diriku, semoga bisa membantu kalian yang juga sedang berada dalam fase menyakitkan ini huhu. Jika ada tambahan boleh dibagikan ke aku juga, ya! 

Happy Monday!


Pengalaman Beli Buku Di Grobmart

Belanja online tuh benar-benar menyenangkan ya, kita hanya perlu duduk di rumah, lihat-lihat barang, masukan ke keranjang, bayar, dan tinggal tunggu deh barangnya dianterin mas-mas kurir. Apalagi sekarang ini bisa bayar di rumah alias COD (Cash On Delivery), belanja jadi lebih mudah deh. Nah, senengnya lagi belanja buku juga bisa kayak gitu lho! Seneng bangeeet. Belanja buku di Grobmart misalnya. 

Aku sudah cukup sering beli buku di Grobmart dan sebagian besar buku koleksiku memang dibeli di Grobmart. Sebelumnya aku juga pernah menulis tentang Grobmart di sini dan kali ini aku bakal cerita tentang pengalamanku belanja di Grobmart. 

Udah tahukan kalo di Grobmart ongkirnya cuma Rp. 3000/buku dan buku-bukunya diskon hingga 30%? Nah, itulah alasannya mengapa aku sering banget belanja di situ, hehe. Selain itu aku juga suka banget sama kecepatan pengirimannya. Meskipun sama-sama di Jawa Barat, tapi Bandung dan alamat tempat tinggalku tuh jauh, terlebih proses di gudang kurirnya juga pasti menyita waktu. Tapiii, pengirimannya ini benar-benar mantul deh. Pengemasannya juga cepet banget, suka deh sama tim Grobmart. Aku pernah pesan buku hari Jum’at dan hari Sabtu bukunya sampai. Cepet bangeeet. Seringnya sih 2-4 hari dari hari pemesanan, bukunya udah sampai di rumah. Paketnya juga aman banget karena dilapisi bubble wrap.

Selama ini aku gak pernah ada masalah dalam pembelian buku di Grobmart. Paling pernah 2x bukunya out of stock. Yang pertama karena pesan bukunya 2, maka yang dikirim hanya buku yang tersedia aja dan nominal pembayaran pun berkurang otomatis sesuai dengan buku yang tersedia aja. Sementara yang kedua, saat itu aku hanya pesan satu buku dan sayangnya kosong, maka pesananku secara otomatis juga statusnya berubah menjadi gagal dan karena aku memilih pembayarannya COD, jadi pas tahu batal ya gak terlalu khawatir masalah refund. 

Buku-bukunya pun kualitasnya bagus karena Grobmart mengambil langsung dari penerbitnya. Aku juga gak ada masalah yang benar-benar berarti sampai harus retur segala, karena masalah paling parah yang pernah aku alami saat membeli buku di Grobmart adalah cover-nya ketilep. Yap, agak sedih sih, tapi karena cuma sedikit, jadi gak masalah, gak terlalu kelihatan juga.

Secara keseluruhan aku suka banget sama Grobmart. Untuk kalian yang sedang nyari toko buku online aku rekomendasikan banget deh buat belanja di Grobmart. Selamat berbelanja!

Nah, itulah pengalamanku belanja buku online di Grobmart, semoga bisa bermanfaat ya. 


Untuk kalian yang sering beli buku, coba cek rak bukunya, apakah ada buku bajakan yang nyempil di sana? Kalo ada buruan hempaskaaan! Wkwk. Eh, sebelum cek buku-buku kalian, tahu gak sih bedanya buku asli sama buku bajakan itu gimana? Kalo belum tahu, yuk baca tulisan di bawah ini!

Cara Membedakan Buku Asli dan Bajakan


1. Harga Buku Bajakan Lebih Murah

Biasanya harga buku bajakan jauh lebih murah dari harga aslinya. Jadi, jangan mudah tergiur ya kalo ada yang menjual buku dengan harga miring bangeeet. Usahakan untuk selalu membeli buku di official store-nya atau di toko-toko yang sudah terpercaya ya kawan-kawan. 

2. Kualitas Buku

Nah, ini yang paling kentara! Buku bajakan biasanya menggunakan kertas buram dan tipis. Selain itu, lem perekat kertasnya pun (jilidnya) biasanya tidak rapi dan tidak kokoh. Jadi dapat mengelupas dengan mudah. 

3. Cover Buku Tidak Berkualitas

Kalian sering kan beli buku yang tulisan di cover-nya timbul gitu? Nah, kalo buku bajakan itu kualitas cover-nya gak sebagus itu. Salah satu cara untuk memastikan buku itu bajakan atau bukan adalah dengan meraba cover. Yap, nanti terasa banget bedanya. Cover buku asli biasanya memiliki tekstur khusus. Apalagi nih ya, cover buku bajakan tuh biasanya warnanya burem gitu.

4. Buku Tidak Bersegel

Ciri-ciri lainnya yaitu bukunya biasanya tidak bersegel. Ya, walaupun terkadang ada juga yang menjual buku original tanpa segel dan sebaliknya, tapi tetap waspada ya kawan-kawan.

5. Cek Isi Buku

Ini juga penting banget, karena biasanya buku bajakan dijual tanpa segel, maka kita akan dengan mudah melihat-lihat isinya. Nah, jangan lupa cek halaman-halamannya ya, biasanya buku bajakan tulisannya gak rapi, ada yang terbaliklah, ada yang seolah tintanya tembuslah (bahkan sampe berbayang ke halaman sebelahnya), ada juga yang tintanya gak kebaca sama sekali. 


Itulah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membedakan mana buku asli dan mana buku bajakan. Oh ya, untuk yang sering beli buku via online, agar tidak mudah tertipu ketika membeli buku, jangan lupa poin 1 ya. Selain itu, jangan lupa buat lihat ulasan para pembeli sebelumnya karena biasanya ada buku bajakan yang harganya sama dengan buku asli dan cek juga deskripsi yang penjual tuliskan (kadang ada penjual yang menuliskan di deskripsi produknya bahwa buku yang ia jual bukan buku original). 


Yuk, pilih buku asli!

Kenapa harus beli buku asli? Karena jika kita membeli buku bajakan, selain kualitasnya yang jauh di bawah buku asli, banyak juga pihak yang dirugikan, diantaranya yaitu penulis dan penerbit. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk kita lho, masa kita tega membeli buku bajakan? Inget ya, keuntungan dari buku bajakan itu hanya dinikmati oknum-oknum tertentu, sedangkan penulis dan penerbitnya gak dapet apa-apa. Sedih banget kan? 

Jika ada yang asli, kenapa harus yang bajakan?

Yuk, dukung dunia literasi dengan beli buku asli! 


Ada sesuatu yang selalu mengganggu pikiranku. Sebuah rasa yang tak hanya menyisakan pedih di relung jiwa, tapi juga membuatku sakit kepala ketika tiba-tiba mengingatnya. Aku yang selalu merasa tidak baik-baik saja, perlahan-lahan mulai mengumpulkan tanya; apakah mereka juga sama? 


Kita semua tidak baik-baik saja




Dari situ, pertanyaan tak jua mendapatkan jawaban. Kamu, mereka, kalian terlihat baik-baik saja. Dunia semakin terasa tidak berpihak kepadaku, karena dengan segala kemegahannya ia selalu menampilkan canda tawa kalian semua. Namun, saat aku mulai melihat, mendengar, dan mengamati sekitar, semua keadaan terlihat sangat jauh berbeda dari apa yang selama ini aku kira. 

Kamu, mereka, kalian semua, tak ada yang benar-benar sempurna. Kamu, mereka, kalian semua memiliki celah untuk tidak baik-baik saja. Kita semua tidak baik-baik saja. Kita semua penuh luka, penuh kecewa, penuh amarah membara, penuh sedih tak terkira, penuh sandiwara. 

Semua itu akhirnya terjawab, setelah kudengar kalian menuturkan cerita, setelah kulihat kalian jatuh-bangun merajut kisah yang tak sempurna, setelah kuamati bahwa kalian berkali-kali mencoba menyembunyikan jiwa merana di balik balutan senyum ceria. 

Bukan hanya itu. Aku mulai berhenti gelisah ketika mengetahui bahwa banyak karya indah yang lahir dari kumpulan rasa gundah, tangis yang pecah, bahkan hingga berdarah-darah. Ternyata kita semua memang tidak baik-baik saja. Kita hanya pandai berpura-pura, menampilkan apa yang akan membuat orang mengira hidup kita sempurna. 

Tapi, tahukah kalian? Dari situ, dari rasa tidak baik-baik saja, tanpa kita sadari, kita ternyata telah menemukan obat untuk menyembuhkan jiwa yang tersiksa. Melalui karya-karya yang lahir dari rasa tidak baik-baik saja itu, kita perlahan bangkit dan kembali menemukan harap untuk melanjutkan cerita. 

Kita semua tidak baik-baik saja. Yang diperlukan hanya melepaskan semua derita dengan berbagai cara yang kita bisa dan kembali percaya bahwa semua yang terjadi adalah hal yang wajar dalam kehidupan seorang manusia. 

Penyebab adalah obat yang paling mujarab. 

Sama-sama hadapi bersama.

Kita semua tidak baik-baik saja dan karena itu kita akan kembali baik-baik saja.


 Apa sih yang selama ini kita dapatkan dari membaca buku fiksi? Membaca buku fiksi sebenarnya bermanfaat atau engga sih? 

Manfaat Membaca Buku Fiksi


Kalian pernah memikirkan pertanyaan-pertanyaan di atas? Atau mendengar seseorang mengatakan hal tersebut? Hmmm, pasti pernah, kan? setidaknya, mungkin hal itu pernah terlintas di benakmu. Ya, kan? (maksa banget, wkwk).

Oke, langsung aja kita bahas, ya. 

Jadi, membaca buku fiksi juga memiliki manfaat yang luar biasa, lho! Mau tahu apa saja manfaat yang bisa kita dapatkan dari membaca buku fiksi? Yuk, baca tulisan di bawah ini!

1. Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Membaca buku fiksi ternyata dapat meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi, lho! Iya, dengan membaca secara tidak langsung kosakata kita juga akan bertambah. Hal itu tentu saja membuat kita mampu untuk mengungkapkan apa yang kita rasakan dengan kata-kata yang tepat. Setidaknya dapat menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

2. Membuat Imajinasi Semakin Berkembang

Poin ini sudah gak diragukan lagi. Orang-orang yang senang membaca buku fiksi biasanya akan memiliki imajinasi yang sangat luar biasa. Hal-hal menakjubkan biasanya hidup di kepalanya. Kenapa bisa demikian? Karena kita sudah banyak membaca dan membayangkan hal-hal menarik dari buku yang kalian baca. Gak heran deh kalo banyak penulis hebat adalah pembaca yang hebat juga.

3. Melatih Fokus dan Konsentrasi

Melatih fokus dan konsentrasi? Yap, karena ketika membaca buku fiksi kita akan mudah terhanyut dalam cerita yang kita baca. Bahkan, rasanya seperti tersedot ke dunia lain. Makanya, kadang kalo kita memanggil seseorang yang sedang membaca dia gak langsung menyaut, ya, karena dia hanya terfokus pada bacaannya saja. Itulah sebabnya mengapa fokus dan konsentrasi kita dapat meningkat, yaitu karena kita mudah hanyut ke dalam jalan ceritanya.

4. Menjadi Lebih Mengerti Dirimu

Dengan membaca buku fiksi, kita akan mengenal banyak sekali karakter, kita juga akan dihadapkan pada sifat tokoh-tokoh tersebut, berbagai pemikirannya, dan banyak lagi hal lainnya. Tentu saja hal itu dapat membuat kita menjadi mengenal diri kita sendiri, karena dalam setiap untaian kata yang kita baca terkadang kita merasa bahwa kalimat atau cerita tersebut sangat sesuai dengan diri kita, tak jarang juga ketika membaca sebuah buku kita merasa bahwa kita telah dimengerti.

5. Menambah Ilmu Pengetahuan

Nah, siapa bilang bahwa membaca buku fiksi hanya buang-buang waktu saja? Gak begitu, lho! Kenyataannya membaca buku fiksi juga bisa membuat otak kita semakin berisi. Banyak sekali penulis yang menyampaikan pengetahuan-pengetahuan lewat cerita yang mereka tulis, sehingga tanpa disadari kita telah mempelajari suatu hal yang baru. Berdasarkan pengalaman pribadi, aku juga sering mendapat pengetahuan dari membaca buku fiksi. Sangat, sangat membantu banget bagiku. Menurutku, salah satu cara terbaik untuk mempelajari atau mengajarkan sesuatu memang lewat cerita. Hal itu dikarenakan biasanya cerita memberikan kesan tersendiri bagi si pembaca, sehingga akan mudah dicerna dan tak mudah lupa. 

6. Sarana Hiburan

Kalo yang ini sih sudah gak diragukan lagi. Membaca buku memang dapat menjadi hiburan yang lebih menyenangkan daripada hal-hal menghibur lainnya. Ketika sudah hanyut dalam buku yang kita baca, rasanya sangat menyenangkan dan stres pun menghilang. Menghibur banget pokoknya.


Manfaat membaca buku fiksi ternyata banyak juga, ya? Apa pendapat kalian tentang manfaat membaca buku fiksi? 

Semoga bermanfaat, ya!

Sampai jumpa! 


 

Lazuardi

Lupa sejak kapan mulanya 
Tak ingat dengan tepat waktunya
Ada sesuatu yang mengundangku 
Menatap lekat ke tempatmu 
Lupa apa sebabnya
Tak ingat mengapa kulakukan semua
Ada sesuatu yang menarik diriku
Menatap penuh harap kepadamu

Lazuardi, jangan buat aku semakin larut dalam ambisi mengejar sesuatu yang bahkan tak mungkin aku miliki. 

Lazuardi, kamu teramat biru untuk aku yang kelabu. Namun, tak ada yang bisa menyangkal, sejak saat itu, aku memang sudah teramat ingin meraihmu.

Sejak saat itu, kapan, di mana, apa sebabnya, semua luput dari ingatanku.

Sejak saat itu.

Hanya itu yang kutahu.

Toko Buku Online Murah dan Original


Siapa yang suka nyari buku original dengan harga miring? 

Kalo iya, kamu gak nyasar di sini. Nah, jadi aku adalah orang yang seneng banget liat diskonan (semua orang juga suka kali). Siapa sih yang gak tergiur harga murah? Aku yakin semua orang pasti gak bisa nolak dihadapkan dengan harga-harga yang di bawah harga normal. Eits, tapi jangan sampai kamu beli buku bajakan gara-gara tergiur harga murah ya! jangan sampe, catet! 

Di bawah ini akan aku tulis dua toko buku online yang menjual buku dengan harga murah dan tentunya original.

1. Grobmart

Aku yakin, pasti banyak yang udah tahu toko buku online yang satu ini. Yap, Grobmart! Grobmart adalah salah satu toko buku online yang bertempat di Bandung, Jawa Barat. Eh, jangan langsung ciut mikirin ongkir buat kalian yang bertempat tinggal di provinsi lain. Kenapa? Karena Grobmart hanya menetapkan ongkir sebesar Rp. 3000/buku, lho! Nah, ongkir Rp. 3000/buku ini berlaku untuk beberapa daerah di Indonesia. Mau tahu daerah mana saja yang bisa menikmati ongkir murah ini? Bagi kalian warga Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Sumatra Utara, kalian bisa lho mendapat ongkir semurah ini. Murah banget kan? Oh iya, pembayarannya pun bisa COD (cash on delivery) lho, Cuma nambah 5k aja.

Itu tadi masalah per-ongkiran ya kawan-kawan. Untuk harga buku-bukunya sendiri kalian bisa mendapatkan diskon sampe 30% lho, wooow! Gimana, gimana? Tertarik gak tuh? Wkwk. Selain itu, di momen-momen tertentu seperti merayakan kemerdekaan, akhir tahun, atau hari-hari tertentu seperti valentine, biasanya Grobmart juga ngadain diskon yang mantap betul, lho. Banyak juga promo-promo lainnya yang gak kalah menarik. 

Ada juga program WeShip2U, dimana kamu bakal dapet potongan ongkir senilai 20k kalo kamu belanja senilai atau lebih dari 350k. Kamu juga bisa dapetin buku gratis dari Grobmart, lho! Gimana caranya? Tinggal menulis review di web atau aplikasi Grobmart, dan kalo beruntung kamu bisa dapet buku gratis, yeay! Dan yang paling menarik, pilihan bukunya pun banyak banget dan Grobmart sering ngadain PO-PO buku baru.

Ngejelasin satu toko buku aja sepanjang ini ya ampun wkwk. Tapi emang semenarik ini. Cinta banget sama Grobmart. Btw, aku nulis sepanjang ini karena emang pengalaman pribadi, ya. Sering banget belanja di sini karena memang banyak banget keuntungannya. Pengirimannya pun aman karena udah otomatis pake bubble wrap.

Kalo kamu belum pernah beli buku di Grobmart, hayu segera cek grobmart, ya!!! Murah dan Oriii, cuuussss!


2. Bookoff Indonesia (Shopee dan Tokopedia)

Yang kedua adalah Bookoff Indonesia. Aku pertama tahu toko buku ini dari insta stories salah satu teman bookstagram. Berbekal rasa penasaran dan jiwa pemburu diskon yang tertanam sangat kuat di diriku, akhirnya aku meluncur ke halaman instagramnya. Setelah melihat promo-promonya, aku langsung tertarik dan meluncur ke Shopee. 

Jadi, Bookoff adalah toko buku yang menjual buku-buku sisa display dari toko buku murah dan original. Kondisi bukunya sendiri ada yang masih wrapping (segel) dan ada juga yang wrapping-nya sobek, pinggiran menguning atau coklat. Selain itu, Bookoff juga menjual buku dalam keadaan no wrapping (gak bersegel), tapi masih layak baca (bukan hasil retur karena cacat fisik atau cacat cetak). Untuk buku yang no wrapping, bercak kuning-kuningnya agak lebih banyak dan sedikit bernoda, tapi bukunya masih layak banget buat di baca kok. 

Kalo tadi toko bukunya bertempat di Jawa Barat, yang ini bertempat di Jawa Timur, tepatnya di kota Ponorogo. Tapi, karena transaksinya via Shopee, jadi kalian bisa manfaatin program gratis ongkirnya, nih!

Sayangnya, Bookoff gak terlalu lengkap sih. Kebanyakan terbitan penerbit Haru. Tapi tetep aja da best, aku sudah membuktikannya! Biar pun bukunya kelihatan udah agak tua, tapi justru itulah yang membuat buku ini istimewa. Bayangin deh rasanya nyium aroma buku tua, menenangkan jiwa raga banget, fix. Mantap deh pokoknya! Buat kalian yang suka buku-buku dari penerbit Haru, wajib banget belanja di sini. Cuuus, cek ke Shopee atau Tokopedia, ya! 

Jangan lupa kalo pesen di sini order bubble wrap-nya juga, ya~


Nah, nah, itulah dua toko buku yang menjual buku-buku original dengan harga miring. Siap-siap deh kalap liat buku-buku dengan harga yang sangat menggiurkan. Walaupun baru nemu dua toko buku yang harganya miring banget, tapi semoga dapat membantu bagi kalian yang sedang mencari toko buku murah dengan barang yang original. 

Tulisan ini akan aku edit lagi jika aku menemukan tokbuk murah dan ori lainnya! 

Semoga membantu!❤


Berbicara tentang buku. 

Sekilas tentang Novel Pride and Prejudice

Judul : Pride and Prejudice

Penulis : Jane Austen

Jumlah halaman : 588 halaman

Tahun terbit : Cetakan VI, September 2016

ISBN : 978-602-7870-84-0

Penerbit : Penerbit Qanita


Pride and Prejudice

Covernya asli cantik banget! Kesan klasiknya bener-bener dapet. Fontnya, desainnya, segalanya keren banget. Simple dan elegan. Suka banget liatnya.

Ini fotonya:

Pride and Prejudice Jane Austen

Di belakang buku ini tertulis:

Elizabeth Bennet dan Fitzwiliam Darcy sama sekali tidak cocok. Elizabeth menilai Mr. Darcy sebagai pria yang sok, angkuh, dan mengesalkan, sementara Mr. Darcy menganggap Elizabeth tidak anggun dan terlalu sering berprasangka.

Mereka saling bermusuhan, bahkan sering kali saling melontarkan sindiran pedas. Tapi kebencian mereka berangsur menjadi ketertarikan. Seiring berjalannya waktu, Elizabeth melihat sisi lain Fitzwilliam Darcy, bahwa dia bukanlah sekadar pria arogan seperti yang selama ini dia sangka.

Dalam Pride and Prejudice, Jane Austen menuangkan detail yang memikat tentang kisah kaum menengah ke atas pada abad ke-19. Kisah dan karakternya yang memukau membuat novel ini menjadi salah satu roman paling populer dan dicinta sepanjang masa.

“Kecerdasan Jane Austen setara dengan kesempurnaan cita rasanya.” —Virginia Woolf

Gimana, menarik bukan?

Di awal cerita aku sering kali dibuat kesal dengan karakter-karakternya. Elizabeth (Lizzy) terlalu mudah berprasangka dan Mr. Darcy selalu bersikap angkuh (gimana gak angkuh coba, ganteng iya, kaya iya, nyaris sempurna hidupnya). Menurutku, hanya Jane yang dari awal sampai akhir selalu menyenangkan. 

Kisah mereka berawal dari kepindahan Mr. Bingley ke Netherfield. Dengan kekayaan yang sudah tidak diragukan lagi, tentu saja Mrs. Bennet mendambakan salah satu dari lima putrinya akan menarik perhatian Mr. Bingley dan berharap ketertarikan itu akan berujung pada sebuah pernikahan yang akan membuat putrinya hidup makmur dan bahagia. Beliau juga menjagokan Jane, anak sulungnya, ia yakin bahwa kecantikannya akan berhasil memikat hati Mr. Bingley. 

Pertemuan-pertemuan terus terjadi, banyak peristiwa-peristiwa yang mereka lalui. Mulai dari Jane yang dipaksa berkunjung ke Netherfield, lalu lambat laun Jane dan Mr. Bingley benar-benar menjalin sebuah hubungan. Kemudian, kandasnya hubungan keduanya ketika Bingley terpaksa harus pergi ke tempat lain. Sedih banget saat Jane berusaha melupakan Mr. Bingley.

Tapi, tentu saja cerita ini bukan hanya tentang Jane dan Bingley, melainkan tentang Elizabeth dan Mr. Darcy. Kebencian Lizzy terhadap Mr. Darcy tak pernah surut. Terlebih semua orang mengakui bahwa Mr. Darcy memang sosok yang angkuh, apalagi ketika Lizzy mendengar dari Mr. Wichkham bahwa Mr. Darcy telah berbuat tidak menyenangkan padanya. Dari situ, bertambahlah kebencian Lizzy terhadap Mr. Darcy. 

Dari sekian banyak konflik dan kesalahpahaman dalam novel ini, akhirnya aku merasa lega ketika Mr. Darcy mulai menyadari perasaan cintanya pada Lizzy. Meski sempat ditolak oleh Lizzy, tapi Darcy tetap berjuang untuk mendapatkan gadis itu. Menurutnya, Lizzy berbeda dari kebanyakan wanita yang pernah dijumpainya, dan itulah yang membuatnya jatuh cinta. Lizzy yang sebelumnya berpegang teguh pada prasangkanya akhirnya mulai luluh, semua itu ketika ia menyadari bahwa Darcy masih tetap bersikap baik kepadanya dan keluarganya setelah ia menolaknya, bahkan lebih baik dari sebelumnya, dan mengetahui bahwa ternyata Darcy-lah yang telah membantu keluarganya ketika Lydia (adik Lizzy) sedang ditimpa kemalangan. 

Sayangnya, perjalanan cinta Lizzy dan Darcy tidak semulus Jane dan Bingley yang dengan mudah dapat kembali bersatu setelah sempat berpisah dan memutuskan hubungan, bahkan sampai Jane berniat untuk tidak mengingat-ingat lagi Bingley. Lizzy dan Darcy dihadapkan dengan sikap Lady Catherine (bibi Mr. Darcy) yang merasa terhina dengan rencana pernikahan Lizzy dan Darcy, ia menginginkan putrinyalah yang menikah dengan Darcy, bukan dengan Lizzy yang berasal dari keluarga (yang menurutnya) tidak terhormat dan tidak sederajat karena tidak memiliki kekayaan yang setara dengan keluarganya. Selain itu, Lizzy pun harus membuat orang tuanya yakin bahwa Mr. Darcy tak seburuk yang mereka kira.

Sampai pada akhirnya, setelah melalui hari-hari yang panjaaang dan rumit, Jane dan Bingley menikah, disusul oleh Elizabeth dan Darcy. Lalu, mereka hidup bahagia. Yeay, senang tak terkira ketika aku membaca halaman-halaman terakhir ini.

Sejauh ini novel Pride and Prejudice merupakan salah satu novel yang paling kusukai. Tak heran jika novel ini disebut sebagai salah satu roman terpopuler sepanjang masa. Jane Austen benar-benar dapat menuangkan pemikirannya dengan sangat baik dan mempesona. Setiap karakter dalam novel ini begitu kuat dan memiliki ciri khas masing-masing. Walaupun awalnya aku sempat merasa kesulitan memahami novel ini, tapi setelah membaca halaman demi halamannya aku dapat dengan mudah hanyut dalam kisah mereka, rasanya seperti candu. Selesai membaca novel ini, aku bahkan masih sering terbayang-bayang Mr. Darcy, pedahal pas awal cerita aku membencinya wkwk. 

Elizabeth dengan prasangkanya, Mr. Darcy dengan keangkuhannya. Menurutku, prasangka Lizzy membuatnya angkuh dan keangkuhan Darcy membuatnya mudah berprasangka. Jadi pada intinya mereka berdua sama-sama angkuh dan mudah berprasangka (menurutku) wkwk. Sangat sesuai dengan judulnya memang. Sukaaa.


Beberapa quotes dari Novel Pride and Prejudice:

“Oh, kau memang punya kecenderungan untuk terlalu cepat menyukai seseorang. Kau tidak pernah melihat kekurangan dalam diri siapa pun. Semua hal di dunia ini bagus dan menyenangkan di matamu. Aku tidak pernah mendengarmu mengeluhkan seorang manusia pun di dalam hidupmu.”

—hal 25

“...sifat yang rumitlah yang paling menarik. Membacanya lebih menantang.”

—hal 67

“Tapi, ungkapan ‘cinta setengah mati’ itu sangat berlebihan, meragukan, bermakna kabur,, sehingga aku tidak tahu harus berpikir bagaimana. Perasaan seperti itu biasanya muncul dari perkenalan selama setengah jam, bukan karena rasa cinta yang nyata dan kuat.”

—hal 217-218

“Saya hanya bertekad untuk mengambil tindakan yang, menurut pendapat saya, akan berujung pada kebahagiaan saya, tanpa harus mendengarkan pendapat Anda atau siapa pun yang tidak memiliki hubungan dengan saya.”—hal 539


Rate: 5/5 ⭐❤


Lazuardi

Bukan awan yang membersamai
Yang luruh menyisakan teka-teki
Tapi pesawat yang kemudian mendarat
Yang kelu kerap kali mendekat 
Kala ditanya tentang warna 
Hitam, selalu aku berkata 
Bohong, diri menyanggahnya
Pesawat itu kembali terbang
Biru bukan lagi bayang
Lazuardi, biru langit menakjubkan
Keindahan tak terkalahkan 
Separuh jiwa kusembunyikan

Dalam diam, kuteriakan namanya tanpa menimbulkan keributan. Biar tenangnya, jadi riuhku sendirian.

Dan mendarat adalah caraku mendekat.


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

TEMUKAN SAYA

TERPOPULER

  • BDHK: Setelah Hari Itu #3
  • BerbicaraTentangBuku: Angin Bersyair karya Andrei Aksana
  • Lazuardi: Lebih Baik Selesai
  • BerbicaraTentangBuku: Novel The Magic Library (Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken) karya Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup
  • Neverland dan Moors
  • Peran
  • Cara Membedakan Buku Asli dan Bajakan
  • Kumpulan Quotes dari Novel Pride and Prejudice Karya Jane Austen
  • Gagal dari Awal
  • BerbicaraTentangBuku: Stories for Rainy Days

KATEGORI

  • #30DaysWritingChallange 10
  • Cerita 24
  • Cerita Bersambung 2
  • DAY 1 : Describe your personality 1
  • Lazuardi 2
  • Puisi 5
  • Serba-serbi Perbukuan 15
  • Tentang Film 5
  • Tentang Kehidupan 42
  • Ulasan Buku 18
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
deefesef
Hi, Devi di sini! Menuliskan apa yang tidak akan pernah dia baca, juga menulis tentang berbagai rasa dan tanya, serta banyak hal lainnya.
Lihat profil lengkapku

ARSIP

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • Sang Alkemis—Mengembalikan Mimpi yang Sempat Hilang
  • ►  2023 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2020 (85)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (27)
    • ►  Agustus (16)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2019 (13)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)
  • Beranda
  • Rangkaian Kata
  • Ulasan Buku

© - Devi Sofiyanti | Designed by OddThemes